Rombongan Mahasiswa KKN dan PKM Internasional Fakultas Filsafat Unwira Kupang berjumlah 90 orang, sejak tanggal 11 September 2023 melakukan perjalanan dari Kupang menuju Wini. Di Wini mereka disambut dengan hangat oleh pastor Paroki Wini, Rm. Yoris Giri, Pr dan masyarakat Wini yang diawali dengan penyambutan secara adat dan beberapa acara lainnya. Mahasiswa dan Mahasiswi itu dibagi dalam empat paroki dan sebagiannya melakukan KKN dan PKM Internasional di Sacato-Oecuse Timor Leste. Keempat paroki Keuskupan Atambua di perbatasan Timor Leste yang menerima mahasiswa KKN adalah Paroki Wini, Paroki Mena, Paroki Ponu dan Paroki Fatuoni, dengan jumlah anggota di setiap paroki yakni 10-12 orang dan didampingi oleh satu orang dosen.
Peserta yang melakukan kegiatan KKN di Paroki Fatauoni, Kecamatan Biboki, Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada tanggal 12 September 2023 Pukul 13.00 WIT berangkat dari Wini menuju lokasi dengan menempu perjalanan kurang lebih 3 jam. Kelompok mahasiswa FF Unwira tersebut didampingi Rm. Herman P. Panda, Pr selaku dosen.
Kedatangan para mahsiswa disambut dengan sangat baik dan penuh rasa persaudaran yang tinggi oleh umat dan pastor paroki Fatuoni, Rm. Frans Naikofi, Pr. Dalam rasa persaudaraan itu para Mahasiswa mendapatkan suatu nilai fraternity yang mengingatkan mereka akan tema KKN yakni “Memupuk Persatuan dan Kesatuan dalam Semangat Kerendahan Hati Untuk Membangun Gereja dan Bangsa dengan Berbasis pada Spirit Atoin Meto “Nekaf Mese, Ansaof Mese”.

Pertemuan bersama DPL, Rm Herman Punda Panda
Dalam kesempatan itu salah satu mahasiswa peserta KKN di Paroki Fatuoni menyampaikan sapaan perkenalan mewakili mahasiswa KKN, “Kami siap untuk mengabdi dan menyukseskan kegiatan karena kegiatan ini dapat menjadi pelajaran bagi kami untuk berpastoral praktis. Kami datang bukan untuk mengajar apa lagi menggurui tetapi kami datang untuk belajar bersama umat paroki Fatuoni. Kesempatan ini juga merupakan kesempatan yang sangat berahmat yang perlu kami jalani dengan senantiasa menjunjung nilai “Nekaf Mese, Ansaof Mese” bagi masyarakat Paroki Fatuoni dan peserta KKN sendiri.”

Usai Penerimaan dan ramah tama bersama umat dan pastor paroki peserta KKN bersama Romo pendamping segera melakukan meeting untuk membicarakan perubahan jadwal dan diskusi tentang materi dan metode pengabdian yang akan dilakukan selama kegiatan KKN di Paroki Fatuoni. Sore harinya Mahasiswa KKN bersama Romo pendamping diarahkan ke penginapan masing-masing sesuai penbagian dari Pastor Paroki dan DPP. Romo Frans, selaku Pastor Paroki, juga menyampaikan pesan kepada para mahasiswa Fakutlas Filsafat agar “mampu membangun nilai persaudaraan yang kuat, membangun dan memperkokoh keimanan umat melalui kegiatan-kegiatan pengabdian dan sungguh-sungguh menanam nilai atau spirit Atoin Meto “Nekaf Mese, Ansaof Mese”.**