PENDALAMAN NEKAF MESE, ANSAOF MESE DALAM PANDANGAN FILSAFAT BERSAMA MASYARAKAT PALABAN-OECCUSI

Para mahasiswa PKM Internasional, Fakultas Filsafat Unwira dan ISFIT-Timor Leste, melakukan forum diskusi masyarakat bersama umat di wilayah Palaban-Oeccusi. Kegiatan hari pertama PKM Internasional ini melibatkan seluruh mahasiswa FF, para dosen dan juga ISFIT serta masyarakat wilayah Palaban. Kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini dimulai dengan seminar yang dibawakan oleh 2 narasumber utama dalam bidang filsafat, yakni Pater Peter Tan dan Profesor Elidio Guterres. Di bawah tema: DARI KRISIS MENUJU KREATIVITAS DALAM PANDANGAN FENOMENOLOGI, semua peserta kegiatan mengikutinya dengan baik.

Filsafat yang secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan melebur sempurna juga dalam masyarakat tradisional. “Sebetulnya nekaf mese, ansaof mese adalah juga sebuah ungkapan kebijaksanaan”, demikian kata Pater Peter Tan dalam seminar tersebut. Pater Peter menjelelaskan lanjut bahwa ungkapan tersebut lebih dari sekadar pandangan, tetapi adalah sebuah cara hidup. Dalam bahasa filsafat hal ini juga bisa dikatakan sebagai prinsip etis. Menurut Pater Peter Tan ungkapan Nekaf Mese, Ansaof Mese merupakan sebuah ungkapan batin, spiritual dan juga religius. “Nekaf Mese, Ansaof Mese memiliki arti hati yang mengasihi, jantung yang menghidupkan. Sebagai jantung yang menghidupkan maka sudah sepantasnya spirit ini harus dihidupkan”, tegas Pater dalam seminar penelitiannya. Pemateri kedua, Profesor Elidio Guterres mengangakat realitas yang terjadi di Timor Leste. Profesor Elidio membawakan seminar itu dalam bahasa Timor Leste.

Para OMK dan masyarakat Palaban sedang mendengarkan seminar. Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi.

Di akhir kegiatan, para tim mahasiswa FF Unwira dan ISFIT melakukan diskusi bersama masyarakat. Di sini para mahasiswa memberikan 10 pertanyaan penuntun yang akan dijawab oleh masyarakat. Dengan menggunakan metode fenomenologi, masyarakat diberikan kebebasan untuk menceritakan segala yang diketahui tentang Nekaf Mese, Ansaof Mese secara bebas. Mereka menjadi aktor utama dalam memberikan pandangan. Dengan metode seperti ini, para mahasiswa hanya mendengarkan tanpa menambahkan pendapat. Suasana diskusi berjalan alot.

Kegiatan diskusi ini akan dilanjutkan malam hari tepat jam 08.00 malam waktu setempat. Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat yang belum sempat hadir pada pagi hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *