MENULIS SEBAGAI MEDIUM PEWARTAAN INJIL: Sosialisasi Fakultas Filsafat Unwira Kupang Hadirkan Wartawan dan Pastor

Kupang – Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar sosialisasi bertema “Menulis sebagai Medium Pewartaan Injil dalam Dunia Digital dan Masyarakat Global” di Auditorium Santo Paulus, Jumat (6/2/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA ini menghadirkan dua narasumber kompeten untuk berbagi wawasan kepada para mahasiswa.

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara KSPK (Kerja Sama dan Pusat Karir) Unwira Kupang dengan Fakultas Filsafat ini menghadirkan Dion DB Putera, wartawan senior Pos Kupang, dan RD. Giovanni Aditya Lewa Arum, S.Fil, yang menjabat sebagai Direktur Diosesan Karya Misi Keuskupan Agung Kupang sekaligus Pastor Rekan Paroki Maria Asumpta Kota Baru Kupang. Romo Aditya juga merupakan alumni Fakultas Filsafat Unwira Kupang.

Dalam paparannya, Romo Aditya menekankan pentingnya tradisi tulis-menulis dalam Kekristenan. “Tulisan adalah sebuah memori. Tulisan menjadi jalan masuk menuju masa lalu. Kekristenan berdiri kokoh di atas tradisi tulis-menulis,” ujarnya.

Romo Aditya menjelaskan bahwa dalam formasi calon imam, berbagai dimensi di dalamnya mendorong untuk terus menulis karena dari menulis muncul sebuah konsistensi. Menulis juga dapat menjadi arena sublimasi untuk emosi yang dipendam dan tak tentu arah.

Menyoroti perkembangan teknologi, Romo Aditya menyampaikan keprihatinan atas dampak kecerdasan buatan terhadap kreativitas manusia. Ia mencetuskan idiom baru yang menarik: kini bukan tidak mungkin ada sebagian orang yang melihat prompt sebagai jalan keselamatan.

“Peningkatan percepatan perkembangan teknologi mendorong manusia untuk merasa tertinggal dan harus mengejar. Manusia yang dalam perkembangannya membutuhkan proses yang panjang merasa kalah pada teknologi yang instan. Keadaan ini menjadikan manusia mendelegasikan tugasnya pada teknologi, dan hal ini mengamputasi kemampuan yang ada pada manusia,” jelasnya.

Menurutnya, dalam situasi perkembangan ini dibutuhkan ketekunan dan keotentikan mendasar yang dimiliki oleh setiap subjek. Dari sinilah muncul subjektivitas yang mendominasi tulisan yang dihasilkan manusia, karena dalam subjektivitas ini memunculkan otentisitas. “Tulisan yang baik adalah tulisan yang punya masalah di depan,”  pungkasnya.

Dari perspektif jurnalistik, Dion DB Putera menegaskan bahwa pewartaan adalah tugas dari setiap orang yang dibaptis, dan tulisan merupakan salah satu medium efektif untuk mewartakan Injil. “Pewartaan dapat diimplementasikan dalam bentuk tulisan yang dibaca oleh banyak orang. Karena tugas orang yang dibaptis adalah mewartakan dan menulis adalah media pewartaan, maka siapa yang tidak menulis berarti tidak mewartakan,” tegasnya dengan lugas.

Dion menambahkan bahwa di era banjir informasi seperti sekarang, masyarakat selalu mencari referensi atau sumber pembanding atas opini atau berita yang didapat. Hal ini terjadi sebagai bentuk antisipasi masyarakat atas informasi hoax yang banyak menyebar di media sosial.

“Dengan kapabilitas kita sebagai orang filsafat, calon imam, kita sering dijadikan tempat untuk mencari referensi terkait kebenaran atau tanggapan kritis terhadap fenomena yang ada. Karena itu, kita dapat menjadikan tulisan kita dengan kredibilitas yang kita punya untuk menyebarkan kebenaran,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang untuk aktif menulis dan menjadikan tulisan sebagai media pewartaan Injil di tengah dinamika dunia digital dan masyarakat global yang terus berkembang.

***