Kupang — Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Pelatihan Penulisan dan Penelitian Tindakan Kelas dengan Pendekatan Meuticha Techne yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Februari 2026, di SMA Santo Arnoldus Janssen TDM Kupang mendapat sambutan antusias dari para siswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan meningkatkan kemampuan penulisan ilmiah serta pemahaman penelitian di lingkungan sekolah. Pelatihan tersebut diikuti oleh puluhan siswa yang tergabung dalam Komunitas Penelitian SMA Santo Arnoldus Janssen, sebuah komunitas yang baru dibentuk untuk mempersiapkan siswa menghadapi kewajiban penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di kelas XII serta sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan tinggi.
Guru pembimbing komunitas penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan ini menjadi kesempatan yang sangat penting bagi siswa untuk memahami konsep dasar penelitian dan teknik penulisan ilmiah sejak dini. Materi yang diberikan mencakup tahapan penelitian, penyusunan artikel ilmiah, hingga pemanfaatan teknologi secara bijak dalam proses penulisan. “Kegiatan ini membantu siswa memahami bagaimana penelitian dilakukan dan apa saja yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Ini menjadi bekal penting bagi mereka ke depan,” ujarnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari berbagai tanggapan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu peserta, Nena, mengaku pelatihan ini memberikan pemahaman baru mengenai kesalahan yang sebelumnya tidak ia sadari saat mengikuti kompetisi penelitian siswa. Ia mengungkapkan bahwa materi pelatihan membantu menjawab pertanyaan yang selama ini muncul terkait kegagalan timnya dalam seleksi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal untuk memperbaiki kualitas penelitian di masa mendatang.
Peserta lainnya, Kely, mengatakan kegiatan ini menambah wawasan baru tentang teknik penulisan yang benar. Ia menyadari bahwa selama ini masih banyak kesalahan dalam penulisan yang tidak disadari. Selain itu, pelatihan juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dalam penulisan ilmiah.
Motivasi siswa mengikuti komunitas penelitian pun beragam. Sebagian melihatnya sebagai peluang mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi, di mana karya tulis ilmiah dapat menjadi nilai tambah. Sementara itu, ada pula siswa yang terdorong untuk meningkatkan kemampuan diri agar mampu menghasilkan karya seperti teman-temannya.
Pihak sekolah berharap komunitas penelitian ini dapat berkembang menjadi wadah pembinaan literasi ilmiah bagi siswa. Guru pembimbing menekankan pentingnya konsistensi siswa dalam mengikuti proses belajar menulis dan meneliti, sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan.Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan budaya menulis dan penelitian di lingkungan sekolah semakin berkembang. Selain membantu siswa memenuhi tuntutan akademik, kemampuan penelitian juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.