Batugade, 27 N0vember 2025- Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi program studi ilmu filsafat Unwira Kupang, serta dari Institut Superior Filosofia e de Teologia (ISFIT) Dili yang tergabung dalam kelompok pengabdian kitab suci kembali mengadakan seminar pengabdian Kitab Suci bagi masyarakat Nu’badak-Batugade, pada kamis (27/11/2025). Kegiatan ini seyogyanya terjadi pada hari selasa (25/11/2025) lalu. Namun karena kondisi cuaca yang ekstrem, membuat para peserta seminar mengalami kesulitan untuk memenuhi undangan dari panitia penyelenggara seminar ini.
Kegiatan yang dilaksanakan di rumah bapak Matias Morais ini dibawakan oleh RD. Siprianus Soleman Senda, S.Ag , L.Th, yang juga adalah pendamping pengabdian kitab suci ini, serta dimoderasi oleh Nelson Sarmento, seorang mahasiswa semester 6 di ISFIT Dili. Guna memudahkan peserta seminar dalam memahami isi materi yang dibawakannya, pemateri meminta slah seorang mahasiswa dari ilmu filsafat, hakni Fr. Jo Soares sebagai juru bahasa Indonesia dan tetun.
Dengan mengusung tema: “Meningkatkan Dialog Suami Istri Dalam Semangat In Illo Uno Unum Untuk Memelihara Keutuhan Perkawinan Melalui Pelatihan Lectio Divina”, pemateri menyoroti bahwa pembangunan dialog yang efektif dalam keluarga melalui metode lectio divina dinilai lebih efektif, karena untuk mencapai titik temu dalam berkomunikasi, masing-masing dari pelaku dialog harus mengedepankan ketenangan dan kemampuan mendengar satu terhadap yang lain”Jika untuk mencapai suatu kesepakatan, manusia harus bisa melepaskan rasa ingat dirinya sendiri, sebab dunia tidak dapat sepenuhnya menyediakan kebutuhan semua manusia dalam satu waktu” imbuhnya.
Dikarenakan metode ini lekat dengan teknik pembacaan kitab suci, pemateri dengan tegas meminta, bahwa setiap keluarga harus memiliki waktu bersama untuk berdoa bersama, serta membaca, dan merenungkan kitab suci. Terkait hal ini, ia berpendapat bahwa tidak dapat disangkal manusia itu makhluk yang lemah. Maka dari itulah hendaknya dibangun sembuh kesadaran dari dalam keluarga untuk selalu menyandarkan diri pada Tuhan sebagai penyelenggara kehidupan, dengan terus mendalami apa yang Ia sabdakan, dan yang Ia lakukan sebagai contoh teladan bagi kita.
Sama seperti sebelumnya, pemateri mengadakan serangkaian kuis berhadiah terkait berbagai hal yang tercantum dalam kitab suci, serta menunjukkan kepada peserta seminar, berbagai situs-situs suci yang terdapat di Israel dan sekitarnya, yang pernah menjadi latar tempat penulisan kisah dalam kitab suci. Selain itu juga, pemateri menampilkan video animasi tentang kisah janda miskin yang mengundang minat dan perhatian semua peserta seminar, tidak terkecuali orang dewasa.
Semua rangkaian kegiatan ini ditutup dengan beberapa pertanyaan refleksi kepada peserta, yang semuanya berkaitan dengan komunikasi dalam hidup berkeluarga, lalu kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.