Mahasiswa/i ISFIT-FF UNWIRA Bersama para dosen melaksakan Penelitian hari pertama di Bau Kio, Sakato, Oe-Cusee

Rabu, 13 September 2023, Para dosen dan mahasiswa/i ISFIT dan FF UNWIRA Kupang yang tergabung dalam tim peneliti, melaksanakan kegiatan penelitian di Bau Kio, Sakato, Oe-Cusee dari suku Meko Nipani. Tim peneliti yang di ketuai oleh Dr. Watu Yohanes Vianey, M. Hum, yang merupakan dosen di FF UNWIRA Kupang berusaha untuk dapat memikat hati dari para tua adat dari suku Meko Nipani. Tim peneliti merupakan gabungan dari para dosen dan mahasiswa/i dari ISFIT Timor Leste dan FF UNWIRA Kupang

Dalam proses penelitian, sebelum sampai pada ritual adat yang dilakukan oleh tua adat, bapak Maximianus Koa, tim peneliti disambut oleh anggota kelompok suku Nipani.

Dalam sambutan yang dilakukan oleh kelompok suku Meko Nipani, RD. Francisco Da costa menyampaikan tujuan dan memohon restu dari tua adat suku Nipani dari tim peneliti, kemudian tim peneliti menyerahkan bahan-bahan ritual adat berupa; ayam, sirih pinang, sopi, beras.

para tim peneliti berdoto bersama. dok. pribadi

 

Setelah disambut, tim peneliti diajak oleh Tua Adat untuk mengikuti proses ritual yang dilakukan di rumah adat suku Meko Nipani. Proses ritual adat berlangsung sekitar 15 menit. Proses ritual adat itu dilakukan oleh tua adat. Setelah proses ritual adat dilakukan, tim peneliti diajak oleh tua adat untuk melakukan proses wanwancara di Lopo yang merupakan tempat untuk menerima tamu sekaligus juga digunakan untuk pertemuan.

Dalam proses wawancara, tua adat secara singkat menjelaskan tentang proses ritual yang baru saja dilakukannya. “kita berharap bahwa proses penelitian ini dapat berjalan dengan baik dan juga dalam bimbingan Tuhan, kita dapat memperoleh banyak data dari proses penelitian ini demi perkembangan dan juga sebagai bentuk perealisasian dari kerja sama kedua institusi ini. Lebih dari pada itu, data-data yang diperoleh ini juga akan sangat bermanfaat bagi artikel-artikel yang akan kita susun setelah penelitian ini berlangsung”, demikian harapan dari ketua tim peneliti, Dr. Watu Yohanes Vianey, M. Hum.(Fr Sarce)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *