MAHASISWA PPKM FAKULTAS FILSAFAT UNWIRA DAN ISFIT DILI MENGGELAR SEMINAR DI STASI ST THEDORUS SILAWAN PAROKI ATAPUPU KEUSKUPAN ATAMBUA

Selasa, 18 November 2025 – Mahasiswa dan para dosen dari fakultas Filsafat Unwira Kupang dan ISFIT Dili, menggelar pengabdian budaya dengan tema “Menanamkan Nilai Komunikasi dan Komunio Kultural dalam Semangat “In Illo Ulo Unum di Wilayah Perbatasan RI-RDTL”  pada Selasa, 18 November 2025, bertempat di aula stasi St Theodorus Silawan. Kegiatan ini dipandu oleh Fr Ingnas Mano serta pemberi materi, Rm. Oktovianus Y. Pramana Pr S.Fil., M.Fil, dan Serlio Verdial Maria Borges M.Psi. Kegiatan ini diikuti oleh umat stasi St Theodorus Silawan, termasuk beberapa tokoh adat yang memiliki peran penting dalam masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dari pukul 19.00 sampai 22.00 Wita.

Dalam sesi materi, pemateri menyampaikan ide-ide yang mereka miliki mengenai tema yang dibahas. Rm Yudha dalam menyampaikan materinya, ia menegaskan akan pentingnya peran orang tua untuk mengajarkan kepada anak-anak akan nilai budaya serta bagaimana mereka menghargai budaya yang mereka miliki dan keterampilan dalam berdialog. Di akhir penyampaian materinya, ia menegaskan bahwa intinya perbedaan adalah kekayaan, kesatuan adalah panggilan, dan perbatasan adalah jembatan. Selain dilihat dari kacamata budaya, pemateri kedua juga memberikan pemahaman melalui sudut pandang psikologi yang dapat membuat masyarakat lebih menyadari akan pentingnya komunikasi yang intensif diantara mereka. Berbeda dengan pemateri pertama, ia menegaskan bahwa yang menjadi jembatan komunikasi yaitu bahasa yang kemudian menjelaskan bagaimana peran bahasa dalam kehidupan didaerah perbatasan. Penyampaian materi dilakukan dengan metode presentasi interaktif, dilanjutkan dengan sesi diskusi dimana audiens memberikan pertanyaan kepada pemateri untuk diberikan pejelasan yang lebih mendalam dan agar setiap peserta mendapat ruang untuk bertukar gagasan dan mendapatkan umpan balik. Adapun kuisoner yang dibagikan untuk mendapatkan data dari umat yang berada di stasi Silawan, yang kemudian hasilnya dijadikan sebagai bahan perbandingan.

Menurut tim pengabdian, kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi yang lebih intensif diantara masyarakat Silawan yang pada dasarnya memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda dan membangun komunio kultural dalam semangat in illo ulo unum di daerah perbatasan RI-RDTL. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, khususnya dalam Menanamkan Nilai Komunikasi dan Komunio Kultural diantara mereka.

Salah satu peserta, mengakui bahwa bahasa dan budaya menjadi unsur penting dan menjadi jembatan bagi mereka didaerah perbatasan. Dengan adanya bahasa dan budaya yang ada dalam kehidupan mereka, semua kegiatan dapat berjalan dengan baik dan menjadi penuntun bagi mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar dan mendapat tanggapan positif dari seluruh peserta. Panitia berharap pelatihan ini dapat menjadi program berkelanjutan guna meningkatkan nilai Komunikasi dan Komunio Kultural didaerah Silawan.