Rabu 19 November 2025-Merupakan kegiatan KKN hari ke tiga yang berpusat di Lakafehan, Atapupu. Kegiatan ini dimulai pada jam 9 :00. Tempat kunjungan kali ini yakni SDK LAKAFEHAN. Setelah berbicara dengan Kepala Sekolah Bapa Paulus Nahak Berek, beliau mempersilahkan para Mahasiswa KKN untuk bertemu dengan siswa-siswa kelas V dan VI yang telah di kumpulkan dalam satu ruangan. Tema kunjungan kali ini yakni: “BAGAIMANA BERBICARA BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR”. Tema ini sangat penting mengingat anak-anak SD yang berasal dari kampung yang kurang fasih dalam menggunakan bahasa Indonesia. Menurut wawancara dengan Bapa Paulus, ia mengatakan bahwa anak-anak bisa berbicara dengan bahasa Indonesia namun, tidak terlalu baku, karena mereka berasal dari kampung yang berbeda-beda dengan bahasa daerahnya masing-masing. Hal itu membuat mereka sulit untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, kunjungan kali ini sangat penting, karena mengajarkan anak-anak untuk bisa berbahasa Indonesia tanpa harus takut dan malu dan juga bahasa Indonesia yang baku.
Tema kali ini memiliki dua sesi yang dibawakan oleh dua Mahasiswa. Sesi pertama dibawakan oleh Nestorius waja tentang pengenalan materi kepada anak-anak berkaitan dengan bagaimana berbicara bahasa Indonesia yang baik dengan memperhatikan Subjek, predikat, objek, keterangan., dan juga bagaimana penempatan titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dalam sebuah kalimat. Sesi kedua di bawakan oleh Novalius Bere tentang praktek bagaimana membuat sebuah cerita dengan bahasa Indonesia yang baik dengan rumus 5W+1H ( what, Why, where, when who, dan how). Di samping itu, para Mahasiswa juga mengajarkan tentang bagaimana menulis sebuah jurnal sederhana dengan bermodalkan pengalaman yang mereka alami sehari-hari.
Kunjungan ini ditutup pada jam 10:00 dengan setiap siswa maju ke depan untuk mempresentasikan tulisan mereka, serta pemberian pekerjaan rumah (PR) kepada setiap siswa untuk dikerjakan di rumah dan kemudian akan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari Bapa Paulus Nahak Berek selaku kepala sekolah SDK LAKAFEHAN. Ia mengatakan bahwa anak-anak masih sulit untuk berbicara bahasa Indonesia dengan baik karena setiap kali mereka berkomunikasi mereka masih menggunakan bahasa Tetun yang merupakan bahasa sehari-hari mereka. Oleh sebab itu, dengan kunjungan ini, diharapkan anak-anak bisa termotivasi untuk bisa berbicara bahasa Indonesia.