Bertempat di aula Paroki Numbey-Oecusse, mahasiswa-mahasiswa dari Fakultas Filsafat Unika-Wira dan Instituto Superior de Filosofia e de Teologia (ISFIT)-Dili melakukan lomba English Speech. Di bawah tema: CULTIVATING INTEGRITY AND UNITY IN A SPIRIT OF HUMALITY TO REFORM CHURCH AND NATION ON THE SPIRIT OF ATOIN METO: NEKAF MESE, ANSAOF MESE, para peserta lomba menyajikan gagasan-gagasan menarik berkaitan dengan tema ini dalam bahasa Inggris. Para peserta yang turut berpartisipasi dalam lomba kali ini berjumlah 5 orang, 3 dari Fakultas Filsafat dan 2 dari ISFIT. Peserta dari FF Unika-Wira adalah Frater Mario Leltakaeb, Frater Diki Tae Della dan Frater Sebastian Harjoni, sedangkan dari ISFIT adalah Frater Evi Cesar dan Frater Joanico Lopes. Kegiatan ini disambut hangat oleh seluruh peserta kegiatan maupun mahasiswa-mahasiswi yang hadir memenuhi ruangan. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan dari kedua negara, Lagu Indonesia Raya (Indonesia) dan Lagu kebangsaan RDTL; PÁTRIA NOSSA NAÇÃO.
Nekaf Mese, Ansaof Mese merupakan sebuah budaya yang tumbuh dan berkembang dari leluhur yang ada di pulau Timor. Spirit ini telah mendarah daging dari generasi satu ke genarasi berikutnya. Seiring berjalannya waktu, Nekaf Mese, Ansaof Mese seakan menjadi hilang termakan waktu karena pengaruh modernisasi. Nah, dari krisis ini maka tema ini akan menjadi sebuah patokan bagi para peserta lomba untuk mengungkapkan gagasan-gagasan penting berkaitan dengan kehidupan di wilayah perbatasan Wini-Oecusse.

Dalam lomba kali ini, Romo Kornelis Usboko L.Ph, Senora Agusto Almeida da Silva, B. A., M. Sc dan Romo Drs. Hieronimus Pakaenoni L.Th bertindak sebagai juri. Frater Mario Leltakaeb memulai pidatonya dengan mengungkapkan bahwa spirit Nekaf Mese, Ansaof Mese dan love sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Frater Diki Tae Della menyampaikan gagagsannya bahwa Nekaf Mese, Ansaof Mese bukan hanya sebatas pada sebuah ekspresi, tetapi lebih dari itu mempunyai nilai filosofis. Menurutnya kebersamaan merupakan kunci penting dalam segala hal. Frater Evi Cesar mengatakan bahwa Nekaf Mese, Ansaof Mese itu sama seperti one heart, one soul yang sangat penting dalam mengatasi berbagai masalah di era modren ini. Frater Sebastian Harjoni memberikan opininya bahwa solidaritas dan kerja sama merupakan sebuah solusi untuk membangun Gereja dan bangsa. Peserta terakhir, Frater Joanico Lopes mengungkapkan bahwa dalam membangun Gereja dan bangsa kita harus hidup dalam kebersamaan. Baginya jika ada masalah yang datang maka hal yang selalu digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan “duduk sama-sama” untuk saling berunding mencari akar persoalan.
Pada initinya bahwa kegiatan perlombaan English Speech hari ini berjalan dengan baik dan penuh antusiasme dari para peserta. Setelah perlombaan selesai, seluruh mahasiswa-mahasiswi FF dan ISFIT santap siang bersama sebelum akhirnya meninggalkan tempat perlombaan. (14/09/23). Fr. Steven Saunoah.