Belu, 18 November 2025 – Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) hari kedua dengan menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan jurnalistik bagi siswa-siswa SMKN 2 Belu. Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah SMKN Belu dan dihadiri oleh perwakilan siswa kelas X dan XI dari berbagai jurusan.
Kedatangan para mahasiswa disambut hangat oleh Kepala SMKN 2 Belu, Bonefatius Wempi Rambing, S.T., beserta segenap dewan guru. Dalam sambutannya, Bonefatius menyampaikan apresiasi sekaligus tantangan bagi para mahasiswa.
“Anak-anak di sekolah kejuruan ini biasanya lebih menyukai pembelajaran praktik. Karena itu, saya berpesan agar para mahasiswa siap jika ekspektasi tidak tercapai sepenuhnya. Namun, saya berharap kalian dapat membantu dan memotivasi mereka, tidak hanya dalam menulis tetapi juga dalam menguatkan nilai-nilai karakter,” ujarnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Menerangi dengan Jurnalistik” ini bertujuan utama untuk memacu minat dan menghilangkan rasa takut siswa dalam menulis. Pemateri, Irvan Lakapu, menyampaikan materi dengan penuh semangat tentang dasar-dasar jurnalistik dan pentingnya menulis. Antusiasme siswa terlihat jelas saat sesi pelatihan menulis, di mana mereka berlomba menuangkan ide ke dalam berbagai bentuk tulisan, seperti berita, puisi, dan catatan harian.
“Selama ini saya berpikir menulis itu tidak penting, apalagi menulis berita atau puisi. Saya berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa karena telah membangkitkan kembali motivasi menulis yang seperti sudah saya kubur,” kata Mena, siswi jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB).
Pendapat senada diungkapkan Maria, siswi dari Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). “Materi jurnalistik ini sangat sesuai dengan jurusan saya. Saya bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, para peserta diberi tugas untuk menuliskan pengalaman mereka, seperti meliput kedatangan mahasiswa KKN atau menggambarkan kehidupan sehari-hari di sekitar mereka, seperti pemandangan Laut Atapupu, Teluk Gurita, atau aktivitas warga setempat. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama siswa/siswi, selanjutnya ditutup dengan evaluasi internal antar anggota kelompok KKN untuk meningkatkan kualitas program di hari-hari berikutnya.