KUNJUNGAN KE PAUD ST. CLARA MOTADIK, BIBOKI ANLEU

Motadik, 16 September 2023. Mahasiswa KKN Fakultas Filsafat yang berada di paroki St.Fransiskus Xaverius Fatuoni, mengunjungi PAUD St. Clara. PAUD merupakan jenjang awal pendidikan yang dilalui oleh anak-anak usia dini.   Pada fase inilah kepribadian dan kemapuan anak-anak mulai dibentuk.  Kepribadian dan kemampuan anak anak akan dibentuk oleh para pendamping yang senantiasa berdedikasi untuk anak PAUD.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada kesempatan itu adalah mengajarkan mereka doa-doa, mengenal lagu-lagu rohani anak-anak, juga sikap dalam yang berkaitan dengan liturgi praktis dalam hal ini sikap dalam gereja, dan beberapa hal lainnya. Selain itu diajarkan juga sikap-sikap sopan santun dan juga lagu-lagu  serta contoh gerakan yang diragakan oleh suster dan mahasiswa dan ditiru oleh anak-anak.

Anak-anak pada saat itu sangatlah antusias dan bergembira dengan semua kegiatan yang dilakukan oleh mereka semua. Para orang tua yang hadir dalam kegiatan tersebut juga turut bergembira karena melihat anak-anak mereka sangat ceria. Berdasarkan hasil wawancara  mahasiswa dengan para suster selaku guru dan pendamping,  diketahui bahwa PAUD Santa Clara baru dibuka pada bulan  Juni 2023 dengan  adanya kerja sama antara pihak pendamping dan pemerintah desa, walaupun masih banyak kekurangan yang ditemui. Sampai dengan saat ini, anak-anak berjumlah 45 dengan perincian laki-laki berjumlah 24 orang dan perempuan 21 orang.

Kegiatan bermain dan belajar anak PAUD St. Clara masih dilaksanakan di gedung biara. Mereka belum punya Gedung sendiri. Dana belum mencukupi untuk membangun gedung sendiri. Kendala lainnya adalah bahwa jarak antara rumah-rumah  dari anak-anak yang cukup jauh sehingga terkadang banyak anak-anak yang tidak terlibat aktif.   Adapun harapan-harapan yang diutarakan oleh para suster selaku pendamping, dengan kegiatan pengabdian  dapat menambah pengetahuan dan motivasi serta semangat  belajar dari anak-anak. Akan tetapi semangat dari anak-anak dan orang tua yang setia mengantar dan menjemput mereka sangat tinggi. Hal ini dinyatakan oleh salah satu orang tua. “Anak-anak adalah harapan bangsa dan negara, maka apaun situasi dan kondisinya kami sebagai orang tua akan senantiasa berjuang bagi mereka” katanya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *