
Kupang, 20 Oktober 2023. Dalam mempersiapkan pribadi-pribadi yang akan menjadi pemimpin di masa depan, Fakultas Filsafat kembali menggelar Seminar yang bertemakan Kepemimpinan dan Public Speaking. Kegiatan yang akan dihelat selama dua hari terhitung tanggal 20 sampai 21 Oktober 2023 ini dan bertempat di aula Seminari St. Mikhael Penfui-Kupang, secara resmi dibuka dosen muda Fakultas Filsafat RD Anton Kapitan, M.Fil. Dalam sambutannya, RD Anton mengharapkan agar seluruh mahasiswa terlibat secara aktif dan agar mampu menyerap materi-materi yang akan disampaikan oleh narasumber, sehingga nantinya nilai-nilai kepemimpinan yang telah diperoleh dapat menjadi pijakan kuat bagi perkembangan soft skill segenap civitas academica dalam proses menjadi pemimpin suatu saat nanti.
Hadir dalam seminar ini, bapak Felik Sad Windu Wisnu, M.Hum, Dosen Universitas Ma Chung-Malang, sebagai narasumber yang membawakan topik-topik seputar kepemimpinan. Secara umum, topik penting yang dibawakan dalam seminar hari pertama berbicara tentang dasar-dasar kepemimpinan dan bagaimana seharusnya menjadi pemimpin yang baik. Lewat penjelasannya bapak Felik mengajarkan bahwa hakekat kepemimpinan terletak pada pengaruh seseorang dalam sebuah komunitas masyarakat. Dengan demikian, belajar menjadi pemimpin berarti belajar untuk mempengaruhi orang lain di sekitar untuk mencapai tujuan dan situasi yang diinginkan bersama. Lebih dalam, dijelaskan juga bahwa kemampuan untuk mempengaruhi sesama di sekitar dapat kita lakukan melalui proses pengenalan tentang kepribadian orang lain. Logikanya, ketika saya dapat mengenal kepribadian, karakter, watak, kelemahan, kekuatan, kesenangan dan segala yang dibutuhkan oleh sesama, saya mampu untuk mempengaruhinya untuk sama-sama mewujudkan tujuan yang diinginkan.

Lebih lanjut, ketika seorang pemimpin telah mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya untuk berjalan bersama dengan tujuan yang sama pula, kunci berikut yang harus diperhatikan adalah gaya kepemimpinan. Lewat realitas yang terjadi dalam kehidupan manusia, kita dapat menyatakan bahwa sekurang-kurangnya ada 3 model kepemimpinan yang bisa kita pelajari yakni model otoriter, demokrasi dan kebebasan. Tiga jenis kepemimpinan ini dapat dikatakan baik sejauh penggunannya dapat mewujudkan apa yang diinginkan bersama. Pemimpin yang baik, harus mampu untuk memilah dan memilih model mana yang harus digunakan dalam segala situasi agar tiga model kepemimpinan ini tidak merugikan pihak manapun. Dalam hal ketegasan, seorang pemimpin harus berani membuat keputusan yang paling baik bagi semua orang, dalam kebimbangan seorang pemimpin harus mampu mengajak rekan-rekannya berdiskusi agar menemukan jalan keluar yang baik, dan dalam keseharian seorang pemimpin harus mampu menumbuhkan kepercayaan pada kemampuan anggota-anggotanya.
Akhirnya, dapat dikatakan bahwa belajar menjadi pemimpin tidak bisa diwujudkan hanya melalui teori-teori, tetapi juga membutuhkan praktik yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran itu dapat kita jalani sejak saat ini dan tentunya ketika kita mampu merealisasikan model kepemimpinan yang baik dalam kehidupan sehari-hari saat ini, bukan tidak mungkin kita dapat menjadi seorang pemimpin yanh hebat di masa depan.