Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Dampingi Umat Weraihenek Perbarui Penghayatan Doa Rosario

WERAIHENEK — Lebih dari 90 warga Lingkungan St. Simeon dan Lingkungan St. Maria Ratu Surga Weraihenek mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan devosi kepada Bunda Maria pada Senin malam, 7 September 2026. Kegiatan yang diinisiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang ini mengangkat tema “Masih Perlukah Devosi di Zaman Ini?”

Kegiatan tersebut bertujuan membantu umat memperbarui pemahaman dan penghayatan terhadap devosi, khususnya Doa Rosario, agar tidak berhenti pada praktik rutin, tetapi menjadi bagian dari kehidupan iman yang lebih reflektif dan bermakna. Fr. Cristian Jhamit bertindak sebagai moderator, sedangkan RD. Theodorus Aloysius Silab, Pr., doktor Teologi Dogmatik, hadir sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, RD. Theodorus menjelaskan bahwa Doa Rosario pada hakikatnya merupakan doa yang berpusat pada Kristus. Bunda Maria dalam doa tersebut tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir penghormatan, tetapi sebagai sosok yang menuntun umat untuk semakin dekat dengan Yesus Kristus dan merenungkan misteri karya keselamatan Allah.

Pemahaman tersebut menjadi penting dalam konteks kehidupan umat di tingkat lingkungan dan Komunitas Umat Basis (KUB). Praktik doa Rosario yang dilakukan secara rutin dapat berisiko menjadi formalitas apabila doa hanya didaraskan secara cepat tanpa memberikan ruang yang cukup untuk merenungkan misteri yang didoakan.

Menanggapi hal tersebut, Tim PKM Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA menawarkan pendekatan praktis dalam berdoa Rosario. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah memberikan jeda keheningan di antara rangkaian doa serta menghubungkan misteri Rosario dengan pengalaman konkret dan pergumulan hidup sehari-hari.

Melalui jeda keheningan, umat diajak untuk tidak sekadar mengucapkan rangkaian doa, tetapi mengambil waktu untuk menyadari kehadiran Tuhan, mendengarkan sabda, dan merenungkan makna misteri yang sedang didoakan. Pengalaman iman tersebut kemudian dihubungkan dengan kehidupan keluarga, pekerjaan, relasi sosial, serta berbagai situasi yang dihadapi umat.

Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan dan refleksi yang diperoleh mahasiswa di lingkungan akademik dibawa ke tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan konkret umat.

Bagi mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan refleksi filosofis dan teologis dalam konteks kehidupan masyarakat. Sementara bagi umat, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai devosi serta menemukan cara baru dalam menghayati doa Rosario.

Antusiasme umat mengikuti kegiatan hingga selesai menunjukkan keterlibatan mereka dalam proses sosialisasi dan pelatihan tersebut. Namun, penerapan metode yang diperkenalkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Keberlanjutannya diharapkan dapat diwujudkan dalam praktik doa bersama di lingkungan dan KUB, khususnya melalui doa Rosario yang dilaksanakan secara bergilir di rumah-rumah umat.

Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan pengabdian, tetapi juga sebagai pendamping umat dalam mempertemukan refleksi akademik dengan pengalaman iman sehari-hari. Devosi kepada Bunda Maria pun diharapkan semakin dihayati sebagai jalan yang membantu umat mendekatkan diri kepada Kristus dan menghidupi iman dalam realitas kehidupan sehari-hari.