Pastor Kuasi Paroki Santo Andreas Lasiana, RD. Hironimus Nitsae, menginisiasi kegiatan pastoral yang unik dan baru pertama kali terjadi di wilayah ini, yaitu misa pembaharuan janji nikah bagi pasutri katolik yang berulang tahun perkawinan pada periode Januari hingga Juli 2022. Kegiatan ini diawali dengan rekoleksi yang dipimpin oleh RD. Siprianus Soleman Senda, dosen kitab suci pada Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (12/8).
Dalam pengantarnya sebelum rekoleksi, Pastor Hiro menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya diadakan, dan akan dibuat seterusnya setiap semester. “Periode pertama ini, ada 100 lebih pasutri yang sudah mendaftar. Namun pada kesempatan sore ini, yang hadir hanya sekitar 50 pasang, karena yang lainnya berhalangan. Meski sebagian yang hadir, kita bersyukur bahwa kegiatan ini bisa terlaksana untuk pertama kalinya di Kuasi Paroki Santo Andreas Lasiana ini.”
Sebelum perayaan misa syukur pembaharuan janji nikah, para pasutri ini mendapat penyegaran iman melalui rekoleksi. RD. Sipri Senda, dalam renungannya berdasarkan teks Mat 19:3-12, mengajak para peserta untuk merenungkan kembali perjalanan hidup perkawinan mereka dengan menyimak apa yang diajarkan Yesus mengenai perkawinan katolik. “Melalui teks ini, Yesus dengan tegas mengajarkan sifat hakiki perkawinan katolik yaitu monogam dan tak terceraikan. Yesus merujuk pada Kitab Kejadian yang menceritakan tentang manusia pertama Adam dan Hawa yang dipersatukan Allah sebagai pasutri pertama dalam sejarah manusia. Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Pasutri pertama itu hanya satu pasang, satu Adam dan satu Hawa. Tidak ada satu Adam dan beberapa Hawa, dan sebaliknya. Itu berarti Yesus menegaskan perkawinan yang monogam dan tak terceraikan. Maka para pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan hendaknya menyadari dengan penuh syukur momen berahmat ini untuk kembali menyerap energi kasih dalam perjalanan perkawinan selanjutnya.”
Selain itu, Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang itu juga memberi apresiasi kepada pastor kuasi paroki yang menginisiasi kegiatan bagus ini. Pastoral keluarga selama ini kurang mendapat perhatian dari pastor. Maka apa yang dibuat ini sangat inspiratif dan kiranya dapat diikuti pula oleh para pastor lainnya untuk memberi perhatian pastoral kepada para pasutri. “Di tengah gencarnya tantangan yang berat terhadap kehidupan rumah tangga atau perkawinan, kegiatan seperti ini menjadi momen berahmat bagi para pasutri untuk disegarkan kembali dengan apa yang pernah mereka ikrarkan di depan altar. Janji perkawinan dulu disegarkan kembali dan dapat menjadi energi baru untuk semakin saling mencintai dalam kesetiaan seumur hidup.”
Bapak Domi Taek dan Mama Ely yang mengikuti kegiatan ini mengungkapkan sukacita atas kesempatan baik ini. “Refleksi dalam rekoleksi ini memberi banyak inspirasi untuk semakin teguh dalam janji perkawinan dan tetap setia satu sama lain dalam perjalanan perkawinan yang banyak tantangan.” Pasutri yang kedua anaknya kini menjadi calon imam KAK di Seminari Tinggi Santo Mikhael Penfui itu berterima kasih kepada pastor kuasi paroki, RD. Hironimus Nitsae, yang telah merintis kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para keluarga kristiani ini.
Setelah rekoleksi, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi yang di dalamnya ada pembaharuan janji nikah.



