
Pelatihan Lectio Divina bagi seluruh umat di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wini digelar oleh Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat International FF Unwira Kupang dan FF ISFIT Dili. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 20 September 2023 ini bertempat di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Wini dan dihadiri oleh Para Guru dan siswa/I dari SDK Wini, OMK, Legio Maria, St. Anna, THS-THM dan seluruh umat yang ingin bergabung dalam pelatihan tersebut. Kegiatan yang bertema Pelatihan Lectio Divina sebagai Upaya Mewujudkan Spirit Nekaf Mese Ansaof Mese Berbasis Kitab Suci bagi Umat Paroki Wini Keuskupan Atambua bertujuan agar umat setempat bisa mengenal Kitab Suci lebih dalam, mengetahui sejarahnya dan bagaimana mendalami isi Kitab Suci sebagai sumber iman yang baik dan benar dengan mewujudkan spirit Nekaf Mese Ansaof Mese
Kegiatan yang langsung dibawakan oleh RD. Siprianus Senda, S.Ag, L. Th. Bib. dan RD. Antonio Quenser mendapat apresiasi yang baik dari Umat Allah karena mereka sangat berpatisipasi aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Kegiatan ini diawali dengan pertanyaan penuntun dari RD. Antonio Quenser yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman umat Paroki Wini terkait spirit Nekaf Mese Ansaof Mese dalam hubungannya dengan Kitab Suci. Salah satu umat menjelaskan bahwa Nekaf Mese Ansaof Mese itu berarti sepikir, sehati dan sejiwa dalam lingkungan keluarga, tetangga, Masyarakat sekitar dan sesame yang ada di sekitar kita. Selanjutnya mereka menjelaskan bahwa penghayatan Nekaf Mese Ansaof Mese itu berarti kita turut merasakan kesenangan dan kesedihan sesama yang ada di sekitar kita. Dalam kaitannya dengan Kitab Suci, Nekaf Mese Ansaof Mese sama seperti apa yang telah diperintahkan Tuhan bagaimana kita harus hidup dalam sehati dan sejiwa, memelihara dan memupuk kebersamaan sebagai ciptaan Tuhan dan mampu mengaplikasikan semuanya itu dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mendapat jawaban dari umat atas pertanyaan yang diberikan, RD. Antonio mulai menjelaskan Sejarah dan bagian-bagian Kitab Suci. Selanjutnya RD. Sipri mengajarkan kepada umat bagaimana membaca dan mendalami teks Kitab Suci dengan metode Lectio Divina. Dalam penjelasannya RD. Sipri memberikan pemahaman kepada seluruh umat tentang penggunaan metode Lectio Divina tersebut. Adapun lima tahapan utama yang perlu dilakukan yakni lectio, meditatio, oratio, contemplatio dan actio.
Tahap pertama yang dijelaskan ialah lectio, pada tahap ini Romo mengajak seluruh umat untuk membaca teks Lukas 5: 1-11. Bacaan bisa diambil berdasarkan kalender liturgi. Tahap yang kedua ialah meditatio dimana umat diajak untuk merenungkan ayat per ayat dalam bacaan teks Kitab Suci yang didalami, pendalaman ini bisa menggunakan metode 5W+1H dalam membantu umat untuk memahaminya secara mendalam. Tahap yang ketiga ialah oratio atau biasa dikenal dengan doa. Tahap yang keempat contemplatio yakni melalui teks yang sudah dibaca dapat dikaitkan dengan diri kita sendiri baik itu sifat kita maupun Tindakan yang kita lakukan. Dan yang terakhir adalah actio dimana pada tahap ini umat diminta untuk mengaplikasikan apa teks Kitab Suci yang telah dibacanya atau melaksanakan perintah Allah sesuai dengan isi teks Kitab Suci. Romo menegaskan bahwa pelatihan ini berguna untuk membantu umat dalam mendalami teks Kitab Suci agar pendalaman Kitab Suci tersebut lebih terstruktur. Dan dalam mendalami Kitab Suci ini umat juga bisa mengaitkannya dengan spirit Nekaf Mese Ansaof Mese.
Akhirnya harapan dari kegiatan ini, setelah pelaksanaan pelatihan lectio divina ini umat bisa memahami dan mendalami Kitab Suci dengan lebih baik dan terstruktur dan kiranya umat sekalian lebih semangat dan mendekatkan diri pada Kitab Suci dalam upaya mewujudkan spirit Nekaf Mese Ansaof Mese dalam kehidupan sehari-hari.