Pada tanggal 13 September 2023 mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang yang melakukan KKN dan PKM di Paroki Fatuoni mengikuti misa pukul 06.00 pagi bersama umat. Sore harinya Mahasiswa mengadakan kegiatan yang sudah diagendakan bersama dosen pendamping dan Pastor Paroki Fatuoni. Kegiatan yang dimaksud adalah “Pelatihan Fasilitator Katakese Umat”. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan melatih peserta untuk mampu menjadi fasilitator yang baik dalam lingkungan parokinya.

.Peserta yang hadir saat mengikuti kegiatan Fasilitator katakese sebanyak 23 orang. Peserta terdiri dari guru agama di sekolah dan utusan lingkungan. Pada kesempatan itu salah seorang mahasiswa yang dipercayakan untuk membawa materi menjelaskan kepada umat bahwa “Tujuan dari katakese umat katolik adalah agar peserta yang hadir dibimbing untuk menemukan sendiri persoalan-persoalan nyata dalam kehidupan sesuai tema katakese dan pesan Sabda Tuhan yang berkaitan dengan persoalan-persoalan dan merumuskan apa yang akan dilaksanakan dalam hidup sesuai degnan pesan Sabda Tuhan yang telah ditemukan untuk menyikapi persoalan-persoalan itu.”
Hal lain yang disampaikan juga oleh Fr. Fransiskus Tena Ate, selaku ketua koordinator dan pemateri, adalah beberapa keterampilan yang mesti dimiliki seorang fasilitator yakni: “Terampil mendengarkan, terampil menyerap dan merefleksikan, terampil berkomunikasi dan mengevaluasi. Aspek-aspek inilah yang memungkinkan kita untuk menjadi fasilitator yang dapat mengfasilitasi katekese dengan baik. Hal praktis dan penting yang mesti dimiliki oleh seorang fasilitator adalah bagaimana ia dapat memoderasi, mengatur berjalannya kegiatan katakese dengan mengedepankan nilai pendalaman iman. Pendalaman iman yang memiliki refrensi dan rujukan yang berlandaskan pada sabda Tuhan terutama teks Kitab Suci yang digunakan dalam katekese. Berkatakese berarti kita berdialog. Dialog berujuan agar peserta bisa mengenal dan mengetahui sejauh mana kecintaan mereka akan sabda Tuhan, sejauh mana mereka dapat mengenal persoalan-persoalan hidup lalu bagaimana konektivitas dengan sabda Tuhan, yang berdampak pada penyelesaian atas persoalan-persoalan itu.

Para peserta yang hadir pada kesempatan itu berasal dari berbagai golongan yakni mereka yang berprofesi sebagai guru agama, katakis, ketua lingkungan dan beberapa pemuda-pemudi yang berpatisipasi aktif untuk mengetahui dan mau mendalami bagimana menjadi fasilitator katakese. Dalam sesi sharing dan diskusi, bapak Arnoldus Tulasi membagi pengalamannya selama berkatakese dan juga mengajukan pertanyaan, bagimana seoarang fasilitator mengkomunikasikan pesan Sabda Tuhan kepada para peserta dari berbagai latarbelakang? Seorang Mahasiswa, Fr. Donatus Bhato Taso, memberikan penjelasan demikian “Pertama, menggunakan bahasa yang sederhana, artinya mudah dimengerti oleh pendengar. Kedua, bahasa yang digunakan harus jelas dan tidak bebelit-belit. Meskipun bahasanya sederhana namun fasilitator hendaknya bisa memberikan informasi dan gagasan yang mudah dimengerti dengan menyajikan isinya secara jelas. Tegasnya”.

Sebelum kegiatan pelatihan fasilitator katekese berakhir Anastasia Lon mewakili peserta menyampaikan bahwa “Kami sangat bangga dan bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Kegiatan ini sangat berarti di mana kami dimampukan untuk menjadi fasilitator yang kreatif dan sadar untuk senantiasa mengedepankan kitab suci sebagai pegangan utama dan Yesus sebagai Tokoh utama dan panutan dalam Berkatakese”. Pastor paroki Fatuoni Rd. Fransiskus Naikofi, Pr menyampaikan ucapan terima kasih juga kepada mahasiswa KKN Fakultas Filsfat Unwira atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menegaskan kepada segenap umat yang hadir agar apa yang telah didapat pada kesempatan ini hendaknya dihidupi dengan sungguh, tegasnya”.**