HALIWEN-Rabu, 9 September 2026 Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bidang Filsafat kembali melakukan kegiatan sosialisasi dan diskusi hari ketiga di pusat paroki St. Yohanes Pemandi-Haliwen. Kegiatan ini diikuti oleh umat sekaligus masyarakat di keempat lingkungan di pusat paroki Haliwen yaitu lingkungan Wehor, lingkungan Wesasuit, lingkungan Silala, lingkungan Korbaun. Kegiatan sosialisasi dan diskusi kali ini dimaksudkan untuk kembali menegaskan identitas dan peran hadirnya Gereja Katolik di wilayah perbatasan yang bukan sekedar lembaga keagamaan, melainkan sebagai komunitas umat beriman yang hidup, transformatif, dan berdaya saing.
Mengusung tema “Mewujudkan Wajah Gereja Katolik Perbatasan Yang Sadar Pendidikan, Iman, Mandiri, Dan Teguh Dalam Keutamaan Kristiani (Iman, Harap, Dan Kasih)”, forum ini mengupas nilai-nilai keutamaan Kristiani melalui tinjauan filsafat di era modern. Dalam pemaparannya, kedua narasumber menekankan pentingnya peran rumah dan keluarga sebagai fondasi utama penanaman nilai iman, harapan, dan kasih. Mereka menyoroti fenomena era digital yang sering merenggut kehangatan perjumpaan tatap muka dalam keluarga akibat penggunaan media sosial dan gawai yang berlebihan.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi selama sesi tanya jawab. Menanggapi hal tersebut, Rm. Sintus dan Rm. Patris menjelaskan bahwa dinamika itu kerap terjadi akibat ketidaksiapan orang tua yang sibuk bekerja dan menyerahkan pengasuhan anak pada sekolah-sekolah seutuhnya, padahal rumah adalah tempat paling utama, dan sekolah-sekolah itu hanyalah perpanjangan tangan dari keluarga. Rm. Patris menegaskan bahwa sesama yang hidupnya tidak mencerminkan nilai-nilai kristiani jangan dilihat sebagai orang yang harus dihindari, kita hanya membenci perbuatannya jangan membenci manusianya.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan suasana keakraban melalui makan malam bersama antara narasumber, mahasiswa PKM, dan warga desa