Dalam sebuah perkembangan zaman Manusia selalu di peradabkan dengan sebuah persoalan sesuai dengan zaman itu. Kurangnya pemahan kehidupan yang sesungguhnya dari setiap individu membuat Ia kurang mampu untuk menghadapi persoalan zaman.dalam tulisan ini saya ingin memberikan pengertian individu, sehingga dengan demikian setiap orang mampu menjadi dirinya sendiri sesuai dengan pengertian apa itu Individu.
Secara umum, pengertian individu ini merupakan satu organisme tunggal yang hidupnya itu berdiri sendiri dan secara fisiologis itu bersifat bebas, dan juga tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya. Secara etimologis, kata “individu” ini diadaptasi dari bahasa Inggris yang berasal dari bahasa Yunani “individium”, yang mana artinya “tidak terbagi”. Istilah tersebut merujuk pada suatu kesatuan yang paling kecil serta terbatas. Sehingga dalam hal ini, individu itu merupakan suatu kesatuan yang terbatas, yakni sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Suatu masyarakat ini merupakan latar belakang keberadaan identitas individu. Pada perkembangannya, individu ini mengalami sejumlah bentuk sosialisasi sehingga bisa/dapat mengembangkan tiga (3) aspek individu (organik jasmaniah, psikis-rohaniah, sosial) di dalam dirinya.
Pengertian individu ini merupakan satuan kecil yang tidak bisa/dapat dibagi lagi, yakni manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu ialah sebagai mahkluk ciptaan tuhan di dalam dirinya itu selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, serta rukun. arti individu ini merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang di dalam dirinya itu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, ras, sera rukun. Individu ubu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Individu ini mempunyai pikiran, perasaan, kehendak, serta juga hasrat, sehingga bisa/dapat menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar serta dalam dirinya. Ini merupakan karakteristik individu yang terbuka terhadap suatu pengalaman baru, baik itu berupa ide atau juga imajinasi.[1] Umumnya individu yang mempunyai karakter ini lebih suka berpikir secara mendalam, kreatif, artistik, cerdik, mempunyai rasa penasaran tinggi, inovatif, serta juga sering merefleksikandiri.
Pengalaman kerja terdiri dari beberapa macam yang diberikan oleh para ahli. Pengalaman dalam semua kegiatan sangat diperlukan, karena experience is the best teacher, pengalaman guru yang terbaik. Maksud dari hal tersebut adalah bahwa seseorang belajar dari pengalaman yang pernah dialaminya. Pengalaman memunculkan potensi seseorang. Potensi penuh akan muncul bertahap seiring berjalannya waktu sebagai tanggapan terhadap bermacam-macam pengalaman”. Jadi sesungguhnya yang penting diperhatikan dalam hubungan tersebut adalah kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalamannya, baik pegalaman manis maupun pahit. Maka pada hakikatnya pengalaman adalah pemahaman terhadap sesuatu yang dihayati dan dengan penghayatan serta mengalami sesuatu tersebut diperoleh pengalaman, ketrampilan ataupun nilai yang menyatu pada potensi diri.
Orang yang berpengalaman dalam bekerja memiliki kemampuan kerja yang lebih baik dari orang yang baru saja memasuki dunia kerja, karena orang tersebut telah belajar dari kegiatan-kegiatan dan permasalahan yang timbul dalam kerjanya. Dengan pengalaman yang didapat seseorang akan lebih cakap dan terampil serta mampu melaksanakan tugas pekerjaannya. Dari pendapat diatas diketahui bahwa latihan berulang-ulang akan memperkuat dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan seseorang. Bagi seorang karyawan proses-proses dalam bekerja merupakan latihan yang akan menambah pengalaman, sehingga karyawan tersebut mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam proses bekerja. Karenanya pengalaman dapat membangkitkan dan mengundang seseorang untuk melihat semua pekerjaan sebagai peluang untuk terus berlatih dan belajar sepanjang hayat.
Pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme dapat dianggap sebagai kesempatan belajar”. Hasil belajar dari pengalaman kerja akan membuat orang tersebut kerja lebih efektif dan efisien. Pengalaman akan membentuk pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang lebih menyatu pada diri seseorang, jika bidang pekerjaan yang ditangani selama masih bekerja merupakan bidang yang sejenis yang pada akhirnya akan membentuk spesialisasi pengalaman kerja diperoleh selama seseorang bekerja pada suatu perusahaan dari mulai masuk hingga saat ini. Jadi, pengalaman suatu kejadian dapat menjadi suatu pelajaran bagi setiap orang, dan pengalaman akan menjadi pengetahuan dalam hidupnya.
Pengetahuan merupakan satu hal yang mendasar yang dimiliki manusia. Bumi diciptakan dengan segala keteraturan,dimana semua makhluk mempunyai fungsi dalam dirinya maupun di luar dirinya. Manusia diciptakan sebagai makhluk social dengan tujuan supaya saling memenuhi dan mengisi kekurangan dan kelemahan satu sama lain. Namun di tempat yang sama , manusia mengklaim diri bahwa hanya manusia mempunyai nilai intrinsic (hanya manusia yang mempunyai nilai dalam dirinya sendiri), manusialah yang berhak mendapatakan pertimbangan moral, namun serentak manusia juga dijadikan alat instrumental serta menjadi satu komoditas ditengah pasar budaya, didunia modern untuk menunjuk pada kekuasaan dan hedonisme. Bumi selalu mempunyai hakekat estetis, dimana manusia diciptakan sebagai suatu makhluk luhur, yang serupa dan segambar dengan Allah, manusia diibaratkan sebagai seorang penikmat nilai estetis, yang menenun dan memberi warna pada bumi, tapi manusia tidak perna mengadakan kapas dan benang.
Manusia siap menjadi pelaku tapi serentak tidak mampu memikirkan kembali apa yang di lakukan. Maka munculah berbagai masalah yakni kejahatan yang tidak akan perna selesai dibahas pada abad ini, maupun abad yang akan datang. Maka benarlah seoarang filsuf jerman Hanna Arennt menekankan bahwa muncul suatu kekerasan entah dalam hal moral seakalipun karena manusia tidak mampu memikirkan kembali apa yang di lakukakanya yang saya sebut sebagai kekurangan ilmu penegetahuan. Ilmu pengetahuan sebagai penentu orientasi hidup. Pengetahuan merupakan hal mendasar dalam kehidupan, yakni sebagai mahkluk yang bereksistensi yang mempunyai daya imajinasi. Dalam tataran pergaulan, dunia kerja orang harus mempunyai suatu basic yang mampu membuat dirinya bias beradapatasi dengan apa yang dinamakan dunia atau realitas. Tujuan dari ilmu pengetahuan adalah sebagai sellf information pemebentukan diri ,itulah hakikat dari dari menimba ilmu sebanyak mungkin. [2]
[1] S.P.L.Tjahdi, PetualanganIntelektual, (Yogyakarta: Kanisius, 2004) hlm. 27-28
[2] Mikhael Dua, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Telaah Analitis, Dinamis, dan Dialektis, (Ledalero, 2009) hlm. 10.

OLEH : JEMILIUS REGEENG, MAHASISWA FAKULTAS FILSAFAT UNWIRA KUPANG