Silawan, 19 November 2025- Mahasiswa Kelompok pengabdian Kitab Suci dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (UNWIRA Kupang) dan Institut Superior Filosofia e de Teologia Dili (ISFIT Dili) menggelar seminar pengabdian Kitab Suci bagi masyarakat stasi Sto. Theodorus, Silawan.
Kegiatan ini dilaksanakan di kapela Sto. Theodorus, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Kegiatan ini dibawakan oleh RM. Siprianus Soleman Senda, Pr. , S. Ag., L.Th dan dimoderasi oleh Fr. Glorio Jose Atalo. Kegiatan` ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa kelompok pengabdian Kitab Suci dari UNWIRA Kupang dan ISFIT Dili, dan umat stasi Sto. Theodorus, Silawan.
Kegiatan pengabdian ini mengangkat tema “Meningkatkan Dialog Suami Istri Dalam Semangat In Illo Uno Unum Untuk Memelihara Keutuhan Perkawinan Melalui Pelatihan Lectio Divina Di Silawan, Paroki Atapupu”.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 19.00-21.15 WITA. Sebelum masuk ke inti materi yang dibawakannya, terlebih dahulu pemateri menampilkan kepada peserta seminar berbagai potret situs-situs suci yang terdapat di Israel dan sekitarnya, termasuk di dalamnya tempat kelahiran Yesus, yang kini di atasnya dibangun sebuah basilika yang dinamakan Gereja Nativity. Lalu ada juga pohon ara, yang diyakini sebagai narahubung antara si pendek zakheus dengan Yesus Kristus.
Dalam materinya, Romo Sipri Senda memberi penegasan bahwa salah satu kenyataan yang tidak bisa dihindari dari diri manusia adalah bagaimana kehidupan yang dialami selalu dibayangi oleh kerapuhan manusiawinya. Oleh sebab itu hendaknya kita yang hidup dalam satu komunitas keluarga menghidupi semangat doa dan meditasi yang mendalam, termasuk di dalamnya semangat membaca kitab suci, sebagai Sabda Allah yang nyata bagi kita sekarang ini.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat pada Stasi Silawan ini membahas bagaimana keharmonisan sebuah keluarga dapat tercipta dari berbagai upaya sadar dan aktif untuk selalu menimba kekuatan dari Tuhan melalui kegiatan doa bersama dalam keluarga, serta melalui kegiatan membaca kitab suci, dengan berpatokan pada metode lectio divina.
Untuk menambah keaktifan dari setiap peserta seminar, pemateri membuat semacam kuis berhadiah seputar ikhwal peristiwa dalam Kitab suci. Upaya inipun mendapat respons positif dari seluruh peserta, yang saling berebut kesempatan untuk menjawab, ataupun bertanya terkait materi yang dibawakan tersebut.
Setelah melalui rangkaian serius pemaparan materi serta tanya jawab yang alot, pemateri menutupnya dengan memberi beberapa pertanyaan reflektif kepada seluruh peserta seminar, terkait materi yang dipaparkan, seperti misalnya tentang komunikasi antara anggota keluarga.
Akhirnya, semoga kegiatan ini dapat membentuk semangat bagi keluarga-keluarga kristiani di wilayah perbatasan RI-RDTL untuk membangun dialog kasih yang melibatkan Allah dalam seluruh kehidupannya.