Atambua, 7 september 2026-Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widiya Mandira (Unwira) Kupang melakukan survei lokasi di sejumlah sekolah yang berada di wilayah Paroki St. Yohanes Pemandi Haliwen, senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut sebagai persiapan pelaksaan program kerja KKN. Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SMAN 3 Atambua. Koordinator, pengurus inti, dan peserta KKN disambut baik oleh kepala sekolah SMAN 3 Atambua, Frida Baru Fahik, S.Si. bersama sejumlah guru.
Dalam pertemuan bersama ibu kepala sekolah, pengurus inti KKN di antaranya Yano Piora dan Ceunfin menyampaikan sejumlah program yang akan dilakansakan di sekolah tersebut. Yano Piora menjelaskan bahwa program yang direncanakan adalah sosialisasi mengenai bahaya bullying, pelatihan jurnalistik, serta kegiatan kerohanian berupa katekese atau pendalaman iman. Kepala sekolah SMAN 3 Atambua, Frida Baru Fahid, S.Si menyambut baik rancangan kegiatan tersebut.
“Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah masih kurangnya pengetahuan siswa mengenai Kitab Suci. Oleh karena itu, kegiatan katekese penting untuk membantu siswa memperdalam pemahaman iman” ujar ibu Frida. Ia juga menilai sosialisasi mengenai bullying perlu dilakukan. Menurutnya, bentuk perundungan yang terjadi di sekolah tidak selalu berupa tindakan verbal, tetapi juga dapat terjadi secara nonverbal sehingga perlu mendapat perhatian bersama.
Adapun hasil pertemuan menetapkan bahwa kegiatan KKN di SMAN 3 Atambua akan dilaksanakan pada hari Rabu, 9 September 2026 yang akan datang. Pelaksanaan kegiatan akan disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran agama agar kegiatan dapat berjalan tanpa mengganggu proses pembelajaran. Setelah pertemuan dengan kepala sekolah, kelompok KKN diperkenankan berkeliling di lingkungan sekolah untuk melakukan observasi sekaligus wawancara.
Salah seorang guru, Yuven Pojoka, menjelaskan bahwa jumlah siswa kelas X, XI, hingga XII saat ini hanya berjumlah 154 orang. Menurutnya, jumlah tersebut mengalami penurunan cukup drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang dapat mencapai 300 siswa. Ia juga mengatakan bahwa dalam keseharian di sekolah, para siswa lebih sering menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia.
Berkunjung ke SD Wesasuit
Setelah menyelesaikan survei di SMAN 3 Atambua, kelompok KKN melanjutkan kunjungan ke SD Wesasuit sekitar pukul 10.20 WITA. Pengurus inti KKN bertemu langsung dengan Kepala SD Wesasuit, Veronika, di ruang kepala sekolah. Dalam pertemuan tersebut, Ceunfin dan Yano Piora menyampaikan rencana serta jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan di sekolah tersebut. Kepala SD Wesasuit menyambut baik kehadiran dan program mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira. Ibu veronika mengatakan “Kami siap bekerja sama dengan mahasiswa dari Fakultas Filsafat demi membangun karakter dan kecerdasan murid-murid kami”.
Berdasarkan hasil pertemuan dengan kepala sekolah (ibu Veronika), kegiatan KKN di SD Wesasuit akan dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026. Pelaksanaan kegiatan akan disesuaikan dengan waktu yang telah disiapkan oleh kelompok KKN, sementara pihak sekolah akan menyesuaikan jadwal sekolah dengan kegiatan tersebut. Usai pertemuan, mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira bersama pihak sekolah melakukan foto bersama di depan gedung sekolah sebagai dokumentasi kunjungan.
SDN Haliwen Dukung Program KKN
Kunjungan berikutnya dilakukan sekitar pukul 11.50 WITA di SD Negeri Haliwen. Kelompok KKN bertemu dengan Kepala SDN Haliwen, Arlindo A. Dos Santos, S.Pd di ruang tamu sekolah. Dalam pertemuan tersebut, Ino Ndua (pengurus inti kelompok KKN) menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di SDN Haliwen tersebut. Bebrapa kegiatan yang diusulkan antara lain perlombaan kuis Kitab Suci, katekese, serta pelatihan jurnalistik. Kepala sekolah SDN Haliwen, Arlindo A. Dos Santos, S.Pd menyambut baik program tersebut dan mengapresiasi kreativitas mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang atas kunjunganya ke sekolah mereka.
Selain memberikan apresiasi, Bapak Arliando juga memaparkan salah satu persoalan yang dihadapi para siswa di sekolahnya. menurutnya, sebagain besar siswa sudah mampu membaca, tetapi masih mengalami kesulitan dalam menulis. Selain memberikan apresiasi, Arlindo juga menyampaikan salah satu persoalan yang dihadapi para siswa di sekolahnya. Menurutnya, sebagian siswa sudah mampu membaca, tetapi masih mengalami kesulitan dalam menulis. Karena itu, ia menilai pelatihan menulis menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk diberikan kepada para siswa. Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa, khususnya dalam keterampilan menulis.
Program KKN Disesuaikan dengan Kebutuhan Sekolah
Hasil survei dan wawancara di tiga sekolah tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kelompok KKN Fakultas Filsafat Unwira dalam menyusun dan menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Kunjungan ke SMAN 3 Atambua, SD Wesasuit, dan SDN Haliwen menunjukkan adanya sejumlah kebutuhan yang dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan program KKN, mulai dari pendalaman iman, pendidikan karakter, pencegahan bullying, jurnalistik, hingga peningkatan kemampuan literasi siswa. Melalui kegiatan tersebut, kelompok KKN Fakultas Filsafat Unwira berharap program yang akan dilaksanakan nanti dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa serta mendukung pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, peningkatan kemampuan literasi, dan pendalaman iman di lingkungan sekolah tersebut. (Wensislaus Jandi).