FAKULTAS FILSAFAT UNWIRA KUPANG MELEPAS 77 PESERTA KKN DAN PPKM INTERNASIONAL.

 Jumat, 15 November 2024, sebanyak 77 mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang memulai perjalanan untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pembelajaran dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPKM) Internasional. Program ini berlangsung dari tanggal 15 November hingga 30 November. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Keluarga dan Problem Perkawinan.” Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memahami permasalahan yang sering dihadapi dalam kehidupan berkeluarga dan perkawinan. Pihak kampus memilih tema ini karena relevansinya dengan realitas sosial yang dihadapi banyak keluarga.

Masalah dalam pernikahan dapat mempengaruhi stabilitas emosional dan kesejahteraan anak-anak. Hal ini menjadi isu krusial yang perlu ditangani dengan baik. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi jembatan antara teori yang mereka pelajari di bangku kuliah dan praktik di lapangan. Program ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya komunikasi dan pemahaman antar anggota keluarga dalam mengatasi konflik. Melalui kegiatan ini, pihak kampus berharap muncul pendekatan baru yang lebih efektif dalam mengelola tantangan yang timbul dalam kehidupan berkeluarga.

Mahasiswa terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Agenda yang dilaksanakan melibatkan penyuluhan, diskusi kelompok, dan seminar interaktif. Program KKN dilaksanakan di 4 tempat berbeda yakni Wini, Ponu, Manamas, dan Mena. Program PPKM Internasional dilaksanakan di Oeccuse, Timor Leste. Mahasiswa dan dosen pendamping bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional untuk memperluas dampak dan jangkauan kegiatan ini.

Setibanya di Wini, peserta KKN dan PPKM disambut dengan gembira oleh umat Allah Wini dan juga Romo Yoris Giri, Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Wini. “Selamat datang, selamat berjumpa lagi bagi para mahasiswa-mahasiswi Fakultas filsafat Unwira Kupang, selamat melakukan penelitian dan pengabdian di paroki kami” ucap Romo Yoris yang adalah salah satu alumni dari Fakultas Filsafat.

Pihak kampus berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung di lapangan. Masyarakat diharapkan mendapatkan wawasan baru melalui kegiatan ini. Program ini menjadi langkah nyata untuk menghubungkan pendidikan tinggi dengan realitas kehidupan sosial. Program ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat. “Mengabdi dengan ilmu, membangun dengan hati”. (Patrison Benefaciendo Bulu Manu)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *