Erlano Dari Sangatta

Sangatta. Kota pertambangan batu bara terbesar di Kutai Timur. Banyak sekali pekerja dari pelbagai daerah datang mengadu nasib di sini. Termasuk dari Nusa Tenggara Timur, baik dari Flores maupun Timor.

Tak dinyana saya berjumpa dengan salah satu kerabat asal Maulo’o. Anak muda perantau tamatan SMA Alvares Paga. Namanya Dominikus Soi, tapi lebih terkenal dengan nama Erlano. Dia berkisah tentang perjuangan hidupnya ketika saya mulai wawancara dengan aneka pertanyaan. Bagi saya kisah hidupnya patut diangkat sebagai kisah inspiratif bagi orang muda dalam berwirausaha.

Setamat SMA Alvares dia merantau ke Kalimantan. Mengikuti kerabat yang sudah lebih dahulu mengadu nasib di Sangatta, dia juga ikut mencoba berjuang meskipun tak punya keterampilan. Modalnya cuma nekat bekerja. Mulailah dia bertualang mencari hidup di kota Sangatta dengan bekerja serabutan pada awalnya. Untungnya dalam situasi demikiaan dia tidak lepas dari lingkungan gereja. Maka dia juga menjadi relawan paroki untuk aneka urusan pastor dalam pekerjaan seputar gereja.

Akhirnya dia dimasukkan kerja di sebuah perusahaan tambang bagian las besi berkat bantuan salah seorang umat yang punya posisi penting di perusahaan. Dia memulai sebuah pekerjaan yang tak ada kaitan dengan pendidikan SMA umum. Dia bukan tamatan SMK bagian teknik kelistrikan. Tahun pertama dia benar-benar kerja di bawah teror pekerja lain yang pengalaman. Makian, bentakan dan aneka kekerasan verbal lainnya diterima dengan tabah. Dia tidak peduli dengan semua itu. Dia hanya fokus pada penguasaan keterampilan las yang harus dimilikinya. Tak terasa 10 tahun berlalu. Dia telah mahir dalam ilmu las. Mentornya yang dulu marah-marah dan mencela dia justeru berbalik menyukainya karena ketabahan dan keseriusannya bekerja dan mau belajar. Di bawah asuhan mentor itu, Erlano berkembang pesat. Dia ternyata berbakat dalam dunia las. Banyak pekerjaan ditanganinya dengan baik.

Setelah merasa cukup banyak ilmu telah diperoleh, dia minta berhenti dan mencoba berjuang sendiri. Tabungannya digunakan untuk membeli alat sendiri. Kehidupannya di seputar gereja juga tidak pernah berhenti. Bahkan seretaris paroki yang juga memiliki peralatan las meminjamkannya kepada Erlano. Tidak hanya itu. Beberapa pekerjaan las dari gereja dipercayakan kepadanya. Order dari mana-mana bermunculan. Terlebih jika umat memerlukan jasa las tertentu, selalu dia yang direkomendasikan. Akhirnya dia makin terkenal sebagai tukang las yang berhasil dan mandiri.

Tak disangka, Tuhan mengatur melalui seorang tokoh umat, Pak Boni, yang atas izin pastor paroki menawarkan sebidang lahan gereja untuk membuka usahanya, sekalian bantuan modal usaha. Nanti baru dibayar cicil. Peluang itu ditangkap dengan segera. Kini dia sudah punya bengkel las sendiri dengan peralatan yang memadai.

Menurut rencananya, dia akan mencari lahan sendiri supaya tidak membebani gereja. Maka dia berani meminjam uang di bank dan membeli sebidang tanah di tempat strategis dalam kota. Kini dia sedang berusaha agar bengkel las dipindahkan secara bertahap ke tanah miliknya sendiri.

Meski berhasil sebagai tukang las muda di Sangatta, dia tidak lupa diri. Dia tetap membantu gereja paroki. Kapanpun pastor meminta bantuan sebagai driver atau pekerjaan las dll dia selalu siap membantu. Baginya, pelayanan bagi pastor dan kepentingan gereja adalah pelayanan bagi Tuhan sendiri yang telah memberkatinya sampai berhasil seperti sekarang ini. Dia juga aktif dalam organisasi OMK paroki.

Erlano kini sukses sebagai usahawan muda di bidang las. Keberhasilannya kini merupakan buah dari ketekunan, kerja keras, kemauan belajar yang tinggi, sikap pantang menyerah, dan tentu saja berkat Tuhan yang diimaninya. Erlano menjadi inspirasi bagi orang muda lainnya dalam kreativitas berusaha. Hanya tamatan SMA, tapi bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Uang hasil pekerjaannya dipakai untuk membantu oraang tua di kampung, juga untuk membantu biaya pendidikan adik-adiknya. Sekarang, dia menabung untuk mengembangkan usahanya dan persiapan untuk menikah.

Sukses selalu buat Erlano. Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *