Tim Peneliti Fakultas Filsafat UNWIRA dan ISFIT Dili Gelar Rapat Persiapan Penelitian

BATUGEDE – Dalam upaya memaksimalkan kegiatan penelitian kolaboratif yang akan dilaksanakan di wilayah Batugade (Timor Leste) dan Silawan (Indonesia), Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang bersama Instituto Superior de Filosofia e Teologia (ISFIT) Dili menggelar rapat koordinasi teknis. Pertemuan ini berlangsung di Penginapan Comandante Migui, Batugade, pukul 20.00 TLT hingga selesai.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para dosen beserta mahasiswa dari kedua institusi dan dipimpin langsung oleh RD Siprianus S. Senda. Agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan mendalam mengenai berbagai persiapan yang mutlak diperlukan sebelum tim terjun ke lapangan.

Dok.publikasipenelitian.

Dalam jalannya rapat, RD. Patrisius Neonub, memberikan penekanan khusus terkait tata cara pelaksanaan riset. Ia mengarahkan agar penelitian dijalankan dengan metode yang terstruktur sehingga mampu menghasilkan luaran yang jelas dan terukur. Lebih lanjut, Romo Patris mengingatkan para pewawancara untuk tidak terjun ke lapangan dengan keadaan kosong tanpa persiapan. Setiap pewawancara diwajibkan memiliki pemahaman konsep dasar yang kuat dan harus menguasai daftar pertanyaan secara menyeluruh.

Senada dengan hal tersebut, RD Theodorus A. Silab juga membagikan pandangannya mengenai teknik penggalian informasi. Ia menuturkan bahwa keakuratan data primer di lapangan sangat bergantung pada kelihaian pewawancara dalam mengolah serta memainkan pertanyaan saat berhadapan langsung dengan narasumber.

Guna menindaklanjuti arahan-arahan tersebut, para dosen dan mahasiswa kemudian membagi diri ke dalam kelompok-kelompok kecil. Diskusi kelompok ini bertujuan untuk saling berembuk dan mematangkan strategi penelitian agar pelaksanaannya nanti berjalan lebih efektif dan efisien.

Pada penghujung pertemuan, Romo Sipri selaku pimpinan rapat kembali memberikan kesimpulan dengan menegaskan hal-hal krusial yang telah disepakati bersama. Menutup rangkaian koordinasi, ia menyampaikan motivasi dan menekankan pentingnya menjaga semangat juang yang tinggi kepada seluruh anggota tim dalam melaksanakan tugas penelitian di Batugede dan Silawan. (Fr. Joaquin Fahik)