HALIWEN, UNWIRA — Umat Stasi Hati Tersuci Maria Weliuria merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria melalui Perayaan Ekaristi pada Selasa, 8 September 2026. Perayaan Ekaristi berlangsung pukul 06.00 WITA dan dihadiri oleh mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan di Haliwen serta umat setempat.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Siprianus Soleman Senda, Pr., dan didampingi dua pelayan altar, yakni Fr. Febri Nahas dan Fr. Karel Baz. Perayaan berlangsung dengan khidmat dan diikuti umat hingga memenuhi sebagian besar ruang gereja.Rangkaian perayaan diawali dengan Liturgi Sabda. Bacaan pertama dibawakan oleh Fr. Febri Nahas, kemudian dilanjutkan dengan pewartaan Injil dan homili oleh Rm. Siprianus.
Dalam homilinya, Rm. Siprianus menguraikan makna teologis penyelenggaraan Ilahi dalam kaitannya dengan perayaan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Ia mengajak umat untuk belajar dari iman dan ketaatan Maria dalam menerima serta menjalani kehendak Allah. “Kita percaya bahwa Bunda Maria senantiasa percaya pada penyelenggaraan Ilahi. Maka, kita pun harus mengikuti teladan Maria dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Rm. Siprianus dalam homilinya.
Refleksi tersebut mengajak umat untuk melihat kehidupan sehari-hari dalam terang iman serta meneladani sikap Maria yang terbuka terhadap rencana dan kehendak Allah.Setelah homili, Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi hingga berkat penutup pada pukul 06.45 WITA. Rm. Siprianus bersama kedua pelayan altar kemudian menuju sakristi, diiringi nyanyian penutup yang dibawakan oleh para frater mahasiswa.
Usai Perayaan Ekaristi, mahasiswa dan umat melakukan sesi foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kebersamaan antara mahasiswa dan umat Stasi Hati Tersuci Maria Weliuria dalam rangka memperingati Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria.