Sacato, Oe-Cusse, 15 September 2023. Para peserta Penelitian dan PKM Internasional FF UNWIRA Kupang dan Instituto Superior de Filosofia e de Teologia (ISFIT) Jaime Garcia Goulart Dili-Timor Leste kembali melakukan kegiatan pengabdian. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diselenggarakan kali ini difokuskan pada bidang Teologi. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, RD Oktovianus Naif dan RD. Francisco Da Costa. Turut hadir para dosen dari FF UNWIRA Kupang: RD Siprianus S. Senda, RD Yohanes Subani, RD Hironimus Pakaenoni, dan RD Arnaldo de Deus selaku Pastor Paroki. Pengabdian Kepada Masyarakat ini terjadi di Gereja Stasi Sacato, Paroki Nossa Senhora do Rosario Oe-Cusse. Sejumlah umat turut diundang dalam kegiatan ini, dengan harapan agar umat Stasi Sacato memahami secara baik makna dibalik ungkapan “Nekaf Mese Ansaof Mese” dalam kaitannya dengan Teologi. Untuk menggali pemahaman umat tentang filosofi “Nekaf Mese Ansaof Mese”, panitia pelaksana di bawah bimbingan RD Oktovianus Naif mengajukan 10 pertanyaan penuntun yang merujuk pada makna “Nekaf Mese Ansaof Mese” dalam hubungannya dengan Teologi. Jawaban umat terhadap 10 pertanyaan tersebut akan sangat membantu umat dalam menyadari kekuatan filosofi hidup Nekaf Mese Ansaof Mese yang telah mereka hidupi sejak lama, sehingga tidak pudar melainkan terus dihidupi sebagai suatu gagasan hidup yang membawa kesejahteraan dan kedamaian.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut dibagi dalam dua sesi. Dalam sesi pertama, RD Oktovianus Naif selaku pemateri I menyuguhkan suatu uraian yang menarik di bawah tema khusus “Ut Unum Nekaf Mese Ansaof Mese”. Dalam pemaparannya, RD Okto Naif mengajak umat untuk memahami makna kesatuan yang digali dari tiga aspek yang sangat akrab dengan kehidupan umat setempat. Ketiga aspek tersebut antara lain: kesatuan dalam kultur klasik, kesatuan dalam Kitab Suci dan kesatuan dalam Teologi Kristiani. Sementara dalam sesi kedua, materi dibawakan oleh RD Francisco Da Costa. Dalam menguraikan materinya, RD Francisco menegaskan bahwa angka “Satu” (Mese) merupakan titik tolak dari misteri Tritunggal Mahakudus. Dikatakan bahwa Trinitas merupakan Unio dan Communio, dalam hal ini Trinitas merupakan kesatuan sekaligus persekutuan. RD Francisco tidak saja menekankan pemaknaan kata “Mese” (Satu), tetapi juga menekankan prinsip-prinsip dasar dalam permulaan “Mese” (Satu) yakni tidak saja menyangkut hal emosional tetapi juga hal-hal prinsip yang mesti ada dalam kehidupan bersama. Dalam penjelasan yang lebih sederhana, RD Francisco menegaskan pentingnya cinta (Domin) dalam kesatuan dan persekutuan hidup yang merupakan alat pembentuk filosofi Atoin Meto: Nekaf Mese Ansaof Mese. Dalam proses pemberian materi dan diskusi yang dilakukan, digunakan juga bahasa daerah setempat yang dipahami oleh umat sehingga setiap hal penting yang dibicarakan bersama dapat dipahami secara baik. (Madabbo Z.O)