Silawan, 17 November 2025-Mahasiswa/i dari Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang dan mahasiswa/i dari Instituto Superior de Filosofia e de Teologia (ISFIT) Dili memasuki hari pertama kegiatan PPKM internasional. Kegiatan ini diawali dengan seminar yang bertempat di aula kapela St. Theodorus Silawan.
Kegiatan yang terjadi pada tanggal 17 November 2025 itu menghadirkan para Narasumber yang berkompeten yakni Rm DR Leonardus Mali Pr dan Rm Luis Gouveia Leite. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para mahasiswa/i dari Fakultas Filsafat UNWIRA dan mahasiswa/i dari ISFIT Dili, para tokoh masyarakat,dewan pengurus stasi dan umat.
Kegiatan seminar ini mengangkat tema “Memperkuat Sensus Communis Sebagai Jembatan Dialog Antar Suku-Suku Di Wilayah Perbatasan RI dan RDTL” mendapat respon positif dari masyarakat. Bapa Goris salah satu tokoh adat yang mewakili kelompok masyarakat dalam kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan satu kesempatan yang luar biasa karena mereka mendapat satu pemahaman yang luar biasa untuk bagaimana mendalami nilai-nilai budaya dan tradisi di wilayah lintas perbatasan antara Atapupu di Indonesia dan Batugade di Timor Leste.
“Dulu kita ini adalah satu sebelum Timor Leste berpisah dari Indonesia. Kami memiliki asal-usul yang sama yaitu dari Timor. Tetapi karena persoalan tahun 1999 maka kemudian kami berpisah secara politik tetapi sebenarnya kami ini satu nenek moyang satu budaya dan satu tradisi. Karena itu dengan kegiatan ini kami senang karena kami bisa mengetahui dan memahami bahwa meskipun berbeda secara politik tetapi masih satu secara budaya dan juga memiliki sejarah yang satu. Kegiatan ini juga memberikan satu pemahaman bagi kami untuk bisa membangun komunikasi dan relasi yang damai di wilayah perbatasan ini sehingga kami yang ada di batas ini bisa hidup rukun dan harmonis dalam bingkai persaudaraan” ujarnya.
Kegiatan ini dimulai pukul 8.00 sampai dengan 11.00 WITA. Usai pemaparan materi oleh para Narasumber, para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok diskusi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan oleh Narasumber berkaitan dengan hubungan sosial dan budaya di wilayah perbatasan ini. Dalam kelompok diskusi ini para ketua kelompok memberikan pertanyaan dan kemudian dijawab oleh semua peserta yang ada dalam kelompok diskusi masing-masing.
Ibu Mery salah satu anggota kelompok 3 mengatakan “Selama ini hubungan kami baik-baik saja mengingat kalau kami ini juga orang Timor Leste yang tinggal di Indonesia. Jadi kami adalah bagian dari mereka dan mereka adalah bagian dari kami” ucapnya
Setelah diskusi selesai, kegiatan ini diakhiri dengan laporan hasil rangkuman jawaban dari para peserta yang hadir dalam kelompok dan kemudian diserahkan kepada Rm Leo sebagai salah satu Narasumber.
Akhirnya semoga melalui kegiatan ini kegiatan PPKM internasional Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang dan ISFIT Dili dapat memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat di wilayah perbatasan sekaligus menjadi modal untuk program PPKM internasional untuk waktu-waktu di masa mendatang.