BELAJAR MANDIRI LEWAT WIRAUSAHA
Oleh: Fr. Johanes P. N. Jemarut
Lulus kuliah tidak lagi menjamin pintu pekerjaan terbuka lebar. Persaingan di dunia kerja kian ketat dan tuntutan yang diajukan pun semakin tinggi, sehingga sebagian lulusan baru (fresh graduate) kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dalam situasi seperti ini, kemandirian finansial menjadi sikap yang semestinya dimiliki setiap orang, terutama kaum muda. Berwirausaha pun dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk memperoleh penghasilan.
Itulah yang kami, para mahasiswa Fakultas Filsafat, coba lakukan melalui kegiatan penggalangan dana yang sekaligus menjadi ajang melatih jiwa wirausaha. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, di kediaman salah seorang mahasiswa semester I Fakultas Filsafat. Di sana kami membuat dan menjual ayam bakar serta pisang goreng cokelat. Selain bertujuan mengumpulkan dana, kegiatan ini menjadi bentuk pelatihan sederhana untuk berwirausaha.
Kegiatan ini melibatkan sebagian mahasiswa semester I, khususnya mereka yang berdomisili di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Untuk menghasilkan produk, kami membagi tugas ke dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama bertugas mengolah ayam dan pisang menjadi ayam bakar dan pisang goreng, sedangkan kelompok kedua mengantarkan pesanan kepada pembeli. Hasilnya, keuntungan yang kami peroleh cukup untuk mendukung pentas yang akan kami laksanakan.
Dampak kegiatan ini juga dirasakan para peserta. Valdi Silab, yang tergabung dalam kelompok pengolah ayam dan pisang, menilai kegiatan ini sebagai “sebuah media pelatihan kewirausahaan yang cukup efektif.” Peserta lainnya pun menyampaikan kesan mereka. Lebih dari sekadar pelatihan berwirausaha, kegiatan seperti ini memupuk solidaritas antarmahasiswa, melatih koordinasi dalam kelompok, dan membiasakan kami bekerja secara profesional dalam tim. Semua itu dapat menjadi modal awal bagi mahasiswa yang kelak ingin mengembangkan usahanya sendiri.
Kegiatan ini juga menjadi inspirasi bahwa mahasiswa dapat memperoleh penghasilan saat masih menempuh pendidikan. Hasil usaha bisa menjadi uang saku tambahan sehingga mahasiswa tidak terlalu bergantung pada kiriman orang tua. Secara perlahan, hal ini membentuk kemandirian finansial dalam diri mahasiswa.
“Berwirausaha tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Usaha kecil-kecilan seperti yang kami jalankan sudah cukup menjadi langkah awal. Mari, sebagai calon generasi unggul, kita menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini. Selain membangun kemandirian finansial, berwirausaha juga dapat menjadi solusi untuk menciptakan lapangan kerja.”
“Berwirausaha tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Usaha kecil-kecilan seperti yang kami jalankan sudah cukup menjadi langkah awal. Mari, sebagai calon generasi unggul, kita menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini. Selain membangun kemandirian finansial, berwirausaha juga dapat menjadi solusi untuk menciptakan lapangan kerja.”