Fatubesi, 15 September 2026 — Mahasiswa Fakultas Filsafat yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dan Kuliah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan kue Karoket pisang bersama mama-mama Lingkungan 1 St. Yosef Fatubesi, Selasa, 15 September 2026. Kegiatan tersebut didampingi oleh Romo Anton serta mama-mama lingkungan, khususnya Mama Ibiana Korea dan Mama Ilisa Maria Albes. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kegiatan pembelajaran praktis yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan melihat peluang usaha melalui pengolahan bahan pangan sederhana. Kegiatan pelatihan pembuatan kue Karoket pisang berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh antusiasme. Para mahasiswa bersama mama-mama pendamping terlibat secara langsung dalam proses pembuatan kue, mulai dari persiapan bahan hingga tahap pengolahan.
Para mahasiswa mengikuti arahan yang diberikan oleh mama-mama pendamping sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Suasana kebersamaan yang tercipta selama pelatihan menjadi salah satu nilai penting dari kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau melalui buku-buku perkuliahan. Pengetahuan dapat ditemukan dalam pengalaman hidup masyarakat, dalam keterampilan yang diwariskan, dan dalam kegiatan sederhana yang dilakukan bersama. Bagi mahasiswa Fakultas Filsafat, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bahwa kehidupan manusia selalu berkaitan dengan proses belajar, bekerja, dan membangun hubungan dengan sesama.
Pengolahan bahan pangan menjadi produk makanan yang menarik dan memiliki cita rasa yang baik dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan usaha. Karena itu, pelatihan ini memberikan pengalaman yang berguna bagi mahasiswa untuk mengenal proses produksi makanan sekaligus memahami bahwa peluang usaha dapat ditemukan melalui pengamatan terhadap kebutuhan dan potensi lingkungan sekitar. Dari sudut pandang filsafat, kegiatan ini dapat dipahami sebagai bentuk pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan tindakan. Pengetahuan tidak akan memberikan manfaat yang maksimal apabila hanya berhenti pada pemahaman teoritis tanpa diwujudkan dalam kehidupan nyata. Dalam konteks ini, pelatihan pembuatan kue menjadi pengalaman yang memperlihatkan bahwa manusia dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan keterampilannya melalui kegiatan yang konkret. Sebagai mahasiswa Fakultas Filsafat, pengalaman tersebut juga menjadi pengingat bahwa filsafat tidak hanya berbicara mengenai pertanyaan-pertanyaan abstrak tentang manusia, kebenaran, dan kehidupan, tetapi juga mengajak manusia untuk memahami realitas secara lebih mendalam. Melalui kegiatan sederhana seperti pelatihan pembuatan kue, mahasiswa dapat belajar melihat hubungan antara kreativitas, kerja, tanggung jawab, dan kesejahteraan manusia.