KATEKESE BKSN 2026 DI LINGKUNGAN BANDARA KUB ST. SISILIA

HALIWEN-Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, umat di Lingkungan Bandara, KUB St. Sisilia, Paroki St. Yohanes Pemandi, Haliwen, Keuskupan Atambua, melaksanakan kegiatan katekese Kitab Suci pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan dimulai pada pukul 18.30 WITA dan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang umat dan dipimpin oleh Frater Fladimir Sie, OCD. Katekese ini merupakan bagian dari kegiatan BKSN 2026 dengan tema umum “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Melalui kegiatan ini, umat diajak untuk semakin mengenal Yesus sebagai Guru yang mengajar, membimbing, dan menunjukkan jalan menuju kehidupan yang sejati.

Pada pertemuan pertama, tema yang direnungkan adalah “Yesus, Guru yang Mengajar tentang Hidup yang Sejati” dengan bacaan Kitab Suci dari Matius 5:1-12. Bacaan ini mengisahkan Yesus yang mengajar para murid dan orang banyak melalui Sabda Bahagia. Dalam ajaran-Nya, Yesus menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu ditentukan oleh kekayaan, keberhasilan, kenyamanan, ataupun kedudukan. Yesus menyebut orang yang miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hatinya, membawa damai, serta mengalami penganiayaan karena kebenaran sebagai orang-orang yang berbahagia. Ajaran ini mengajak umat untuk melihat kehidupan bukan hanya berdasarkan ukuran dunia, tetapi berdasarkan kehendak Allah.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka dan persiapan hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan. Setelah itu, peserta diajak untuk membaca teks Matius 5:1-12 secara perlahan dan penuh perhatian. Proses katekese menggunakan metode Lectio Divina, sehingga umat tidak hanya membaca Kitab Suci, tetapi juga diajak untuk merenungkan, mendoakan, dan menghidupi Sabda Allah. Setelah pembacaan teks, peserta diarahkan untuk memperhatikan bagian atau perkataan Yesus yang paling menyentuh hati mereka. Dari sana, peserta kemudian diajak untuk melihat hubungan antara Sabda Tuhan dengan pengalaman kehidupan mereka sehari-hari.

Proses katekese berlangsung dalam suasana yang sangat aktif dan penuh keterlibatan. para peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut mengambil bagian dalam sharing dan pendalaman Sabda Allah. Peserta menyampaikan pemahaman dan pengalaman mereka berkaitan dengan Sabda Bahagia. Sharing tersebut membuat kegiatan menjadi lebih hidup karena masing-masing peserta dapat mendengarkan pengalaman dan pandangan peserta lainnya. Suasana kekeluargaan juga membuat umat lebih terbuka untuk berbicara dan menghubungkan pesan Kitab Suci dengan kehidupan mereka.

Dalam tahap permenungan, peserta diajak untuk memahami bahwa Yesus menawarkan suatu cara hidup yang berbeda. Dunia sering kali mengukur kebahagiaan melalui harta, pekerjaan, keberhasilan, dan berbagai pencapaian manusia. Namun, melalui Sabda Bahagia, Yesus mengajarkan bahwa kehidupan yang sejati ditemukan dalam relasi yang baik dengan Allah dan sesama. Menjadi orang yang murah hati, membawa damai, memperjuangkan kebenaran, serta tetap setia kepada Allah dalam kesulitan merupakan bagian dari jalan hidup yang diajarkan Yesus. Pesan ini menjadi penting bagi umat karena dalam kehidupan sehari-hari setiap orang menghadapi berbagai persoalan dan tantangan.

Setelah membaca dan merenungkan Sabda, peserta diajak masuk ke dalam tahap doa. Dalam doa, umat menanggapi Sabda Allah dengan membawa pengalaman, pergumulan, dan harapan mereka kepada Tuhan. Selanjutnya, peserta diarahkan kepada tahap actio, yaitu tindakan nyata sebagai buah dari Sabda yang telah direnungkan. Umat diajak untuk mewujudkan ajaran Yesus melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling membantu, mengampuni, menghormati sesama, menjaga persaudaraan, menghindari pertengkaran, dan menjadi pembawa damai dalam keluarga maupun lingkungan. Dengan demikian, Sabda Allah tidak hanya berhenti pada kegiatan katekese, tetapi diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.

Kegiatan katekese yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit tersebut memberikan pengalaman yang bermakna bagi umat KUB St. Sisilia. Melalui metode Lectio Divina, peserta mengalami proses membaca, merenungkan, mendoakan, dan menemukan tindakan konkret dari Sabda Tuhan. Keaktifan para peserta menunjukkan adanya antusiasme dan keterbukaan umat dalam mendalami Kitab Suci secara bersama-sama. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan umat karena mereka dapat berkumpul, saling mendengarkan, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menemukan pesan Tuhan bagi kehidupan mereka.

Kegiatan katekese BKSN 2026 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi umat Lingkungan Bandara, KUB St. Sisilia untuk semakin mencintai Kitab Suci dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Melalui tema “Yesus, Guru yang Mengajar tentang Hidup yang Sejati”, umat diingatkan bahwa Yesus tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi menunjukkan jalan hidup yang benar di hadapan Allah. Sabda Bahagia dalam Matius 5:1-12 hendaknya terus dihidupi melalui sikap rendah hati, murah hati, membawa damai, memperjuangkan kebenaran, dan tetap setia kepada Tuhan. Dengan demikian, perayaan BKSN tidak hanya menjadi kegiatan membaca Kitab Suci, tetapi sungguh menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mengenal Yesus, memperkuat iman, dan mewujudkan Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari. (Fr. Fladimir Sie)