HALIWEN-Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pada Minggu Pertama, umat KUB St. Sisilia, Paroki St. Yohanes Pemandi Haliwen, Keuskupan Atambua, melaksanakan kegiatan aksi nyata berupa pembersihan di sekitar Lingkungan Bandara, KUB St. Sisilia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 September 2025 pada pukul 16.00-17.30 WITA yang diikuti oleh 10 orang umat. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk konkret umat dalam menghidupi Sabda Tuhan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. BKSN tidak hanya menjadi kesempatan bagi umat untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci, tetapi juga menjadi momentum untuk mewujudkan pesan Kitab Suci dalam tindakan yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.
Kegiatan pembersihan lingkungan ini dilaksanakan karena kondisi lingkungan di sekitar Bandara KUB St. Sisilia sebelum kegiatan tergolong sangat kotor. Di beberapa bagian lingkungan terdapat sampah yang berserakan, baik berupa sampah plastik maupun dedaunan yang telah menumpuk. Keadaan tersebut membuat lingkungan tampak kurang terawat dan kurang nyaman untuk dipandang maupun digunakan. Melihat kondisi tersebut, umat KUB St. Sisilia menyadari bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kegiatan BKSN pada Minggu Pertama tidak hanya diisi dengan pendalaman iman, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata melalui kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
Sebelum memulai kegiatan, kesepuluh peserta berkumpul dan mempersiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan. Para peserta kemudian membagi tugas agar pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih teratur. Beberapa peserta bertugas menyapu area lingkungan, sementara peserta lainnya bertugas mengumpulkan dan mengangkat sampah yang ditemukan di sekitar lokasi. Sampah yang dikumpulkan terdiri atas berbagai jenis, terutama sampah plastik dan dedaunan. Pembagian tugas tersebut membuat proses pembersihan dapat dilakukan secara bersama-sama dan lebih efektif. Setiap peserta mengambil bagian sesuai dengan tugasnya sehingga pekerjaan yang cukup berat dapat diselesaikan melalui kerja sama.

Selama proses kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan semangat dan kepedulian yang tinggi. Sampah yang sebelumnya berserakan mulai dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan. Daun-daun kering yang memenuhi beberapa bagian lingkungan disapu dan dikumpulkan, sedangkan sampah plastik yang ditemukan di sekitar lokasi dipungut dan diangkat agar tidak lagi berserakan.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk membangun semangat gotong royong dan persaudaraan. Sepuluh orang peserta yang terlibat saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan Ada yang menyapu, ada yang mengumpulkan sampah, dan ada yang mengangkat sampah yang telah dikumpulkan. Pembagian tugas tersebut menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan yang sederhana dapat menjadi bermakna ketika dilakukan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, umat KUB St. Sisilia juga semakin menyadari bahwa lingkungan yang bersih merupakan bagian dari kehidupan bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan. Kondisi awal yang sangat kotor menjadi pengalaman penting bagi peserta untuk melihat bahwa kebersihan tidak dapat hanya mengandalkan satu atau dua orang. Kebersihan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama. Jika setiap orang memiliki kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan, dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama, maka lingkungan akan menjadi lebih sehat, bersih, dan nyaman.
Setelah proses pembersihan dilakukan, kondisi lingkungan Bandara KUB St. Sisilia menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman dibandingkan kondisi sebelumnya. Sampah plastik dan dedaunan yang sebelumnya berserakan telah dikumpulkan dan diangkat. Area yang sebelumnya terlihat kotor menjadi lebih tertata. Perubahan tersebut menjadi hasil nyata yang dapat dilihat langsung oleh para peserta. Walaupun kegiatan ini tidak menghasilkan sesuatu yang besar secara material, perubahan kondisi lingkungan menjadi bukti bahwa tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat menghasilkan dampak yang nyata. (Fr. Fladimir Sie)