Merawat Adat, Menghidupi Iman: Tim PKM Fakultas Filsafat Unwira Sosialisasikan Inkulturasi

HALIWEN-Rabu, 9 September 2026 tim PKM bidang budaya melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di kediaman rumah bapak Yosep Un. Sebanyak 75 peserta yang secara antusias menghadiri kegiatan tersebut. Romo Anton Kapitan sebagai narasumber menerangkan banyak hal tentang bagaimana cara berbudaya yang bijak sebagai masyarakat dan anggota gereja.  

Yohanes molo Seran  selaku ketua lingkungan St. Simeon menerangkan dilema umat saat menjalankan kedua kepentingan dalam adat dan karya pastoral Gereja, tentang bagaimana melakukan yang satu tanpa harus mengabaikan yang lain. Bapa Yohanes Kabosu mewakili suara orangtua mengatakan “inkulturasi bukanlah proses jangka pendek namun proses seumur hidup. Semuanya dimulai dari pendekatan yang bijak dari semua orang terkhususnya para pemuka dan agen pastoral”. Di samping itu, bapak Yosep Un selaku tuan rumah penyelenggara kegiatan menambahkan tentang sistem patrilineal dan matrilineal dalam sebuah budaya.  Pentingnya upaya untuk menyerasikan beberapa hal. Bahwa patrilineal bukan berarti pihak laki-laki memonopoli semua hak warisan dari keluarga agar tidak membebani pihak perempuan.

“Adat itu membantu kita untuk bisa membangun persatuan. Namun adat tidak bisa membawa kita menuju ke surga. Adat mengantar kita sampai ke liang kubur namun Gereja membantu kita untuk keluar dari liang kubur menuju tanah air surgawi” Demikian Romo Anton menanggapi berbagai pendapat dari masyarakat. (Richardus Sonbay)