Pelatihan Liturgi Praktis: Umat Stasi St. Theodorus Silawan

Belu, 23 November 2025 – Sebanyak sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan Liturgi Praktis bagi umat Stasi St. Theodorus Silawan, Paroki Stela Maris Atapupu. Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini dilaksanakan pada hari Minggu, pukul 10.00 WITA hingga selesai.

Pelatihan ini ditujukan untuk berbagai lapisan umat, termasuk anak-anak SD, SMP, SMA, Orang Muda Katolik (OMK), katekis, orang tua, serta anak-anak yang sedang mempersiapkan diri untuk menerima Sakramen Ekaristi.

Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan praktis tentang tata cara berliturgi. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar liturgi, musik liturgi, masa-masa dalam kalender liturgi, warna-warna liturgi, sikap tubuh yang benar selama perayaan, serta penjelasan mengenai keempat bagian liturgi: Ritus Pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi, dan Ritus Penutup.

Menurut salah seorang katekis, Ibu Ana Lenok, kegiatan ini sangat bermanfaat. “Sebagai katekis, saya sangat berterima kasih karena para frater telah berbagi ilmu. Saya berharap pelatihan seperti ini tidak hanya fokus pada anak-anak, tetapi juga menjangkau seluruh umat di stasi ini karena masih banyak umat yang perlu memahami tata cara liturgi yang baik dan benar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Stasi Silawan, Bapak Ande, dalam sambutannya menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa umat sangat membutuhkan bimbingan liturgi dari para frater. “Umat akan lebih mudah menerima materi ketika diajarkan langsung oleh frater. Semoga setelah kegiatan ini, umat dapat memahami dan melaksanakan apa yang telah diajarkan dengan sungguh-sungguh, sehingga iman umat St. Theodorus Silawan tetap bertumbuh meski dihimpit tantangan dunia yang semakin sekuler,” harapnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diwarnai antusiasme tinggi dari peserta. Banyak pertanyaan praktis diajukan, seperti mengenai sikap tubuh yang tepat pada saat konsekrasi dan cara membuat tanda salib yang benar, yang menunjukkan kebutuhan mendalam umat akan pemahaman liturgi.