Seroja, 17 November 2025– Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang dan ISFIT Dili, Timor Leste menggelar penelitian kolaboratif di wilayah perbatasan RI–RDTL untuk menggali nilai-nilai sensus communis yang masih hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan kebiasaan-kebiasaan universal yang memperkuat harmoni sosial lintas etnis dan agama.
Kegiatan penelitian ini berlangsung pada Senin (17/11) di wilayah Stasi St. Mikhael Saroja. Para mahasiswa melakukan wawancara mendalam (In-Depth Interview) dengan tokoh masyarakat untuk memahami praktik-praktik nilai bersama yang membentuk pola hidup komunitas perbatasan.
Koordinator kegiatan, Fr. Eko Setiawan, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kunci untuk membaca dan mengetahui bagaimana masyarakat kedua negara dapat hidup berdampingan dengan damai melalui nilai-nilai universal, dan apa yang menjadi alasan fundamental mereka mampu mewariskan kekayaan budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan.
Selain itu, penelitian ini juga memetakan bentuk-bentuk kebiasaan yang sudah dibangun terusmenerus dalam menjaga hubungan sosial antarnegara, baik dalam aspek budaya, adat, maupun dalam kehidupan religius. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar penguatan relasi lintas negara dan menjadi model harmoni sosial bagi wilayah perbatasan.
Penelitian kolaboratif ini menjadi langkah konkret mempererat hubungan akademik Indonesia– Timor Leste sekaligus merawat nilai-nilai kebersamaan yang telah lama hidup di daerah perbatasan.(Aloy)