Membangun Jembatan Persaudaraan Melalui Sepak Bola

Silawan, 19 November 2025-Selain kegiatan pengabdian dan penelitian, mahasiswa/i dari Fakultas Filsafat UNWIRA dan mahasiswa/i dari Superior de Filosofia e de Teologia (ISFIT) juga menggelar pertandingan persahabatan. Pertandingan persahabatan ini terjadi dalam dua laga. Laga pertama mempertemukan kesebelasan tim Fakultas Filsafat melawan kesebelasan tim ISFIT, dan laga kedua mempertemukan gabungan tim Fakultas Filsafat dan ISFIT melawan OMK St. Theodorus – Silawan.
Pertandingan ini terjadi pada hari Rabu, 19 November 2025 di lapangan Desa Silawan dan disaksikan oleh kurang lebih 500 orang penonton. Pada laga pertama yang mempertemukan tim Fakultas Filsafat melawan tim ISFIT berakhir dengan skor imbang 1-1. Tim Fakultas Filsafat berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu lewat tendangan bebas yang berhasil dieksekusi oleh RD. Poli Praing. Tim ISFIT baru mampu menyamakan kedudukan pada penghujung pertandingan melalui titik putih yang sukses dieksekusi oleh Frater Abrao. Sedangkan pada laga kedua, tim OMK St Theodorus – Silawan mengakui ketangguhan tim gabungan Fakultas Filsafat dan ISFIT Tim gabungan Fakultas Filsafat dan ISFIT menang dengan skor meyakinkan, 2-0. Kran gol dibuka melalui gol dari Kristo, yang membawa tim gabungan Fakultas Filsafat dan ISFIT unggul 1-0. Alih-alih menyamakan skor, tim OMK St Theodorus – Silawan justru kembali mengalami kebobolan. Kali ini melalui aksi winger kanan tim gabungan Fakultas Filsafat dan ISFIT, Frater Rio Manek yang berhasil membobol gawang tim OMK St Theodorus – Silawan.
Pertandingan ini bukanlah sekedar pertandingan persahabatan. Dengan semangat in illo uno unum, pertandingan ini dapat membangun suatu jembatan persaudaraan. Romo Poli, salah seorang pemain dari tim Fakultas Filsafat merasa sangat senang dan bersyukur dengan pertandingan persahabatan. “Pertandingan persahabatan ini menjadi kesempatan untuk bertemu. Ini menandakan bahwa kita ingin bersatu dan menciptakan persaudaraan. Bukan soal kalah dan menang, tetapi yg lebih utama adalah pertemuan untuk menciptakan persaudaraan, terlebih di dua negara yg berdekatan ini. Saya berharap kiranya pertemuan ini tidak berakhir di sini melainkan terus terjalin di kesempatan2 lain, dalam hal ini kunjungan Fakultas Filsafat ke ISFIT ataupun sebaliknya”, kata Romo Poli. Akhirnya dalam sepak bola, rivalitas hanya 90 menit bermain, selebihnya adalah saudara.