Reuni Unik Dan Seekor Ikan Bakar

0 110

 

 

Kami berjumpa lagi. Setelah sekian musim berlalu. Reuni lagi yang kesekian. Dan bintangnya masih yang sama. Sahabat kami Yanti Kaesmetan. Dia datang jauh-jauh dari Kerawang. Urusan keluarga. Tapi juga urusan para sahabat. Maka kami pun bersepakat: Senin sore, jam 18.00 di Rumah Makan Ikan Bakar Liliba.

Yang hadir bukan saja teman angkatan SMP Negeri 1 Soe, tapi juga SMA Negeri 1 Soe. Ada Vesy Taneo, Yanse Wilahuki, Cory Nomseo, Mulyadi Beri, dan Sakka Halim. Sedangkan angkatan SMA ada Siska Liem dan Deby Fallo. Sakka datang dengan anaknya Putri. Sedangkan Yanse dengan teman guru. Ruang AC menjadi pilihan pas untuk lebih nyaman bercerita aneka hal nostalgia dan ketawa-ketiwi dengan bebas.

Sepiring nasi, seekor ikan bakar untuk tiap orang, sayur kangkung, dan mihuman teh panas atau aqua atau jeruk hangat. Menu sederhana dannmurah meriah. Tapi menu itu cuma sarana. Yang terpenting adalah jumpa persaudaraan. Yang penting itu kebersamaan. Di saat aeperti ini, kisah lama teeungkap kembali. Seperti film layar lebar di lapangan umum Soe. Ada banyak adegan unik, menarik dan lucu. Tokoh ceritapun beragam. Setiap orang menjadi tokoh cerita dengan keunikan masing-masing. Ada episode lucu yang membuat semua ketawa gembira. Ada episode dramatik yang membikin hati berdebar. Ada episode pilu yang membuat trenyuh.

Semua berjalan dalam waktu yang begitu cepar berlalu. Tanpa kami sadari, rencana semula hanya satu jam ternyata lewat dari dua jam. Tak mengapa. Inilah reuni. Inilah persahabatan rasa saudara.

Rasanya ingin cerita lebih lama lagi. Tapi waktu terbatas. Meski singkat, reuni ini terasa hangat. Ada sukacita. Ada kebahagiaan. Ternyata kami semua telah melewati setengah abad. Rambut sudah memutih. Meski ada yang smer rambut agar terlihat muda. Usia boleh menua, tali semangat tetap muda. Satu hal yang saya rekam dari aneka pembicaraan adalah rerata semua makin bijaksana dalam mengelola hidup. Ada seni manajemen pikiran dan hati yang bijaksana. Alhasil semua tampak ceria dan semangat. Dan semua merasa sehat. Kalaupun ada sedikit gangguan, selalu dijalani dengan optimisme yang tinggi.

Ada yang berkisah tentang suami, anak dan perjuangan keluarga. Ada yang bercerita tentang istri, anak dan keluarga. Ada yang curhat soal relasi cinta di masa tua. Sungguh asyik sekali. Saya tidak bercerita tapi bertugas mendengarkan dan mencatat. Juga memberikan kenang-kenangan buku. Di tengah kepenatan kesibukan kerja dll, reuni ini ibarat oase di tengah gurun. Ada kesegaran baru. Ada semangat baru. Itulah daya kasih yang mengubah dari sebuah persahabatan tulus. Kasih tulus itu kekuatan hidup. Berbahagialah kami yang mengalaminya.

Dari Liliba kami kembali ke rumah masing-masing. Kembali ke kesibukan rutin. Tapi ada semangat baru. Terukir dalam senyuman lebar. Terpatri dalam foto. Sampai jumpa lagi. Suatu hari nanti. Tuhan memberkati.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More