RD. Leo Mali: AI, antara yang terbatas dan tak terbatas

0 96

Dosen FF lulusan Universitas Urbaniana Roma, Dr. Leo Mali, dalam presentasi sesi ketiga, seminar nasional FF menggambarkan posisi manusia dalam menyikapi kehadiran AI. Romo Leo lebih merefleksikan bagaimana manusia dalam keterbatasannya berjuang menuju ketakterbatasan. Menurut dosen filsafat ini, AI muncul dari kondisi keterbatasan manusia.

“Ada tiga fakultas manusiawi yaitu apetitus, voluntas dan desiderium. Apetitus merupakan dorongan kodrati manusia untuk memenuhi kebutuhan fisik seperti makan misalnya. Voluntas berkaitan dengan kehendak manusia untuk memilih apa yang baik baginya. Desiderium adalah kerinduan manusia akaan hal yang tak terbatas.”

Dalam kondisi keterbatasannya, manusia berupaya menjawab human desire. Berkaitan dengan AI dapat dikatakan bahwa AI adalah pengisi ruang kosong human desire. Manusia merindukan pengetahuan yang luas dan cepat. Itulah keterbatasannya. Mesin AI diciptakan untuk menjawab keterbatasan ini. Meskipun apa yang diciptakan ini tetap terbatas. Keterbatasan AI adalah buah dari kecerdasan manusia yang juga tetap terbatas. Dari keterbatasan manusia terua bergerak menuju ketidakterbatasan.

RD Leo mengingatkan bahwa generasi sekarang jika tidak kritis dapat memerosotkan manusia dari kodrat manusia yang berpikir (aku berpikir maka aku ada) menuju manusia yang digitalis (aku klik maka aku ada). Tugas filsafat tidak pernah selesai.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More