Pensiunan Polisi Berjiwa Petani dan Peternak

0 133

Namanya Fernando Senit, asal Oecusse, Timor Leste. Pekerjaannya polisi. Sejak 1999 pindah ke Wini dan menetap hingga pensiun. Sejak kepindahannya di Wini, dia tidak hanya bekerja sebagai polisi. Minatnya pada pertanian dan peternakan membuat dia juga bekerja sebagai petani dan peternak.

Tetapi karena dia tidak memiliki lahan di Wini, maka dia menggunakan strategi sewa lahan bagi hasil. Tanya yang dimilikinya hanya untuk tempat tinggal. Untuk bertani dan beternak tentu butuh lahan. Dia melihat banyak lahan nganggur. Pemiliknya tidak mengolah lahan itu. Maka dia lalu mendekati pemilik lahan untuk negosiasi. Hasilnya dia boleh mengolah lahan itu dengan sistim bagi hasil.

Segala ilmu pertanian dan peternakan yang dimilikinya diterapkan di lahan sewaan itu. Beberapa lahan sekaligus digarapnya. Sebagian untuk pertanian, sebagian untuk peternakan. Hasilnya di bidang pertanian dipakai untuk makan minum. Setiap tahun dia berhasil memanen padi yang melampaui kebutuhan makan selama setahun. Lebihnya dijual. Dia juga menanam gala-gala dan rumput untuk pakan ternak. Sapinya belasan ekor. Kambing sekitar lima puluhan ekor. Tiap tahun dia menjual sapi sekitar 5 sampai 6 ekor dengan harga belasan juta per ekor. Kambing dijual setiap enam bulan dengan harga di kisaran 600 sampai 700 ribu per ekor. Dalam setahun dia bisa menjual puluhan ekor.

Pak Nando, demikian dia disapa, menyadari bahwa mengandalkan gaji polisi saja tidak cukup. Selain perlu uang untuk kebutuhan hidup harian keluarga, dia juga memikirkan biaya pendidikan anak-anaknya. Puji Tuhan, dalam perjuangannya sebagai orang tua yang bertanggung jawab, kelima anaknya telah berhasil dalam perjuangan hidup. Dua orang menjadi polisi. Dua lagi menjadi tentara. Dan satunya wirausaha di Surabaya. Biaya pendidikan mereka bersumber dari usaha peternakan dan pertanian.

Ketika menyinggung soal kehidupan rohani, dia mengakui bahwa dia berdoa secara sederhana. Setiap kali mau bekerja, entah di kantor atau di kebun, dia awali dengan doa sederhana. Percakapan dengan Tuhan dalam ungkapan jujur, apa adanya. Dia memohon rahmat Tuhan agar bisa bekerja dengan baik. Selebihnya Tuhan yang akan mengaturnya. Bila berhasil, tak lupa dia berdoa syukur. Juga dalam bahasa yang sederhana, to the point. Setiap Minggu dia selalu ikut merayakan misa. Singkatnya dia menyadari bahwa tanpa Tuhan dia tidak akan berhasil seperti yang dialaminya.

Pak Nando kini menikmati masa pensiun dengan tetap bekerja sebagai petani dan peternak. Masih juga menyewa lahan orang. Semuanya dinikmati dengan penuh syukur. Dikatakannya, apa yang dilakukannya ini sebenarnya merupakan pembelajaran buat masyarakat untuk juga berusaha dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki. Namun kenyataan tidak sesuai dengan harapannya. Lahan tidur tetap tertidur, karena pemiliknya masih tertidur dan bermimpi menjadi orang kaya tanpa kerja keras.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More